Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemendukbangga Andalkan GENTING Cegah Gagal Bonus Demografi
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Budi Setiyono/(dok Kemendukbangga)
  • Kemendukbangga menyoroti ancaman stunting yang dapat menggagalkan potensi bonus demografi Indonesia jika kualitas sumber daya manusia tidak ditingkatkan sejak dini.
  • Budi Setiyono menegaskan pentingnya menjaga kualitas penduduk agar sesuai kebutuhan industri, karena populasi besar tanpa kualitas justru menciptakan masalah baru.
  • Program GENTING diluncurkan untuk mencegah stunting melalui kolaborasi masyarakat dan berbagai pihak, demi memastikan generasi muda tumbuh sehat dan produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengandalkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dalam memanfaatkan peluang bonus demografi di Indonesia.

Sekretaris Kemendukbangga, Budi Setiyono, mengatakan, masalah gizi kronis ini bisa membuat Indonesia mengulangi kesalahan negara lain yang gagal memanfaatkan peluang demografisnya.

Padahal, Indonesia saat ini berada di tengah momentum emas bonus demografi. Namun, di balik potensi besar itu, ancaman stunting membayangi masa depan generasi produktif.

"Kita tidak ingin negara kita jatuh kepada kondisi di mana negara-negara yang gagal di dalam melakukan kapitalisasi bonus demografi itu, padahal kita punya potensi dan masih punya cukup waktu untuk memastikan kapitalisasi bonus demografi itu bisa kita raih," ujar Budi di Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026).

1. Penduduk stunting tidak akan bisa produktif secara optimal

Ibu-ibu di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang memangku anaknya yang stunting untuk mengikuti program pemenuhan gizi yang diadakan Nestle. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Budi mengatakan, secara teori, bonus demografi memungkinkan negara mengalami akselerasi pembangunan karena didominasi oleh angkatan kerja. Namun, prasyarat utama agar teori ini menjadi kenyataan adalah kualitas sumber daya manusia yang unggul.

"Salah satunya adalah stunting itu, persoalan stunting. Kalau penduduk stunting itu tidak akan bisa produktif secara optimal. Kalau lahir stunting seumur-umur itu akan punya handicap ketika mereka harus berproduksi secara optimal," kata Budi.

2. Jaga kualitas penduduk

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah oleh yang dicanangkan oleh Kemendukbangga/BKBBN (Dok. Kemendukbangga/BKKBN)

Budi mengatakan, populasi yang besar tetapi tidak berkualitas hanya akan menciptakan masalah baru, seperti yang terjadi di beberapa negara Asia Selatan. Sebaliknya, kekurangan penduduk seperti di Jepang juga bisa melumpuhkan sektor ekonomi.

"Dalam konteks stunting adalah kita menjaga agar kualitas penduduk itu juga match dengan kebutuhan industri. Kalau anak stunting itu akan sulit untuk bekerja di dunia industri yang ideal," kata Budi.

3. Indonesia tidak boleh kehilangan momentum bonus demografi

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Budi Setiyono/(dok Kemendukbangga)

Kemendukbangga telah menginisiasi program GENTING yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2025 dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendampingi keluarga berisiko stunting.

Keberlanjutan program GENTING bergantung kepada dukungan luas publik. Sebab, upaya membangun generasi unggul tidak dapat dilakukan secara instan ataupun bersifat jangka pendek.

"Indonesia tidak boleh kehilangan momentum bonus demografi hanya karena lalai membangun kualitas manusianya sejak dini. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan bonus demografi adalah negara yang mampu memastikan generasi mudanya tumbuh sehat, terdidik, dan produktif," ujar dia.

Editorial Team