Makkah, IDN Times – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, menegaskan komitmennya untuk memperkuat integrasi sistem digital dengan pemerintah Arab Saudi. Langkah strategis ini ditempuh guna meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah, sekaligus memastikan perlindungan menyeluruh bagi jutaan jemaah asal Indonesia setiap tahunnya. Pemerintah juga tengah mengusulkan skema agar visa yang batal berangkat bisa diganti sehingga kuota haji jemaah Indonesia tidak hangus.
Penegasan komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, saat menghadiri forum Saudi–Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Senin (16/02/2026).
