Jakarta, IDN Times - Peneliti Bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra, memberi penjelasan mengapa jenazah terkait COVID-19 harus melewati prosedur rumit seperti penggunaan plastik mulai dari jenazah, lapisan dalam peti, hingga bagian luar peti.
Menurut dia, hal itu bisa berasal dari rujukan WHO, saat masa wabah Ebola menyeruak. Penggunaan plastik adalah bentuk antisipasi agar tidak ada bagian yang bocor.
"Jadi kalau misalnya pakai kain kafan biasa itu terus pembusukan terjadi, bisa jadi ada kebocoran dan ditakutkan mungkin virusnya masih hidup. Makanya harus pakai plastik, biar kebocoran sangat minimal," kata dia saat dihubungi IDN Times, Senin (6/4).
