Comscore Tracker

Belajar dari India, Doni Monardo: Warga Nekat Mudik Harus Dikarantina

Doni khawatir ada pemudik OTG COVID-19

Cilegon, IDN Times - Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta seluruh kepala daerah mengawasi pergerakan pemudik Lebaran 2021. Ia mendorong kepala daerah untuk mengarantina warga nekat mudik.

Tujuannya, kata Doni, untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran COVID-19 usai Lebaran.

"Bisa jadi mereka OTG (orang tanpa gejala), kalau ini dibiarkan bisa menulari satu kampung. Dan terbukti di beberapa tempat sudah banyak kasus, kita harus belajar dari daerah lain," kata Doni saat meninjau Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/5/2021).

1. Ada tujuh persen warga nekat pulang kampung

Belajar dari India, Doni Monardo: Warga Nekat Mudik Harus DikarantinaIlustrasi mudik (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj)

Baca Juga: Penyekatan Mudik di Karawang Jebol, Kok Bisa?

Doni menegaskan, kebijakan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021 merupakan keputusan terbaik dalam rangka percepatan penanganan COVID-19. Namun, ia menyayangkan, meski telah dilarang masih ada sekitar 7 persen warga tetap mudik.

Ia mengatakan warga yang nekat mudik ini pulang sebelum masa larangan mudik hingga mengelabuhi petugas di pos penyekatan.

"Tugas kita setiap hari harus mengingatkan jangan ada pergerakan orang karena COVID-19 ini ditulari oleh manusia. Kita berpotensi saling menulari," katanya.

2. Tidak ingin kecolongan seperti di India

Belajar dari India, Doni Monardo: Warga Nekat Mudik Harus DikarantinaIlustrasi pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa

Dia meminta masyarakat bersabar dan menahan diri tidak mudik saat Idul Fitri 1442 Hijriah. Kebijakan ini diambil agar kasus COVID-19 di Indonesia tidak seperti di India, yang hanya dalam dua minggu lonjakan kasusnya sangat tinggi dan saat ini kasus kematian di India paling tinggi sedunia.

Hal itu terjadi setelah pemerintah India melakukan pelonggaran terhadap aktivitas publik, mulai dari kegiatan keagamaan, olahraga, hiburan, politik, hingga acara adat yang menimbulkan kerumunan.

"Makanya kerja keras semua komponen untuk saling mengingatkan lebih baik kita lelah hari ini jangan sampai kemudian hari kita menyesal," katanya.

3. Kasus COVID-19 aktif di Banten turun

Belajar dari India, Doni Monardo: Warga Nekat Mudik Harus DikarantinaIlustrasi seorang pasien COVID-19. (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Doni menuturkan, untuk kasus COVID-19 aktif di Banten mulai menunjukan penurunan. Hal tersebut terlihat dari angka bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di seluruh rumah sakit yang hanya mencapai 27 persen.

"Ini angka terkecil padahal pada akhir Januari dan awal Februari Banten pernah mencapai di atas 100 persen, sampai sebagian pasiennya harus dibawa ke wilayah Jakarta," katanya.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Tinggi, Menkes: Waspadai Pergerakan Orang dari Sumatera Ke Banten

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya