Jakarta, IDN Times - Muh. Ilham Al Qadry Jumakking hanya bisa memandang dari jauh anak-anak yang tengah bermain. Dia ingin bermain sepeda, main bola, dan juga bercanda layaknya anak seusianya. Namun hal itu sulit terwujud.
Ilham harus menjalani hahitnya roda kehiduan. Bocah sembilan tahun ini terpaksa mengorbankan kebahagiaan masa kecilnya demi membantu keluarganya. Ia menjadi tulang punggung keluarga.
Hampir tiap hari Ilham harus berjalan kaki berkeliling pasar di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjajakan arum manis atau gulali kapas.
Hidup Ilham tak semanis gulali kapas yang ia jajakan setiap hari...