Nusa Dua, IDN Times - KLHK menyelenggarakan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN TWA) di Nusa Dua, Bali, pada 19-21 Juli 2019. Festival tersebut dalam rangka menuju peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh pada 10 Agustus setiap tahunnya.
Selain itu, FTN TWA bertujuan memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat terhadap pariwisata dan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam yang ada di Indonesia.
Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan FTN TWA yang ketiga kalinya karena visi Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.
Rangkaian FTN TWA 2019 diisi dengan pameran dari berbagai Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia. Selain pameran, terdapat juga talk show, lomba vlog, bedah buku, aksi bersih sampah, serta kunjungan ke lokasi wisata alam di Bali.
Dalam acara pembukaan FTN TWA 2019 juga hadir perwakilan dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perwakilan dari Konsulat Jenderal Tiongkok dan India. Selain itu, hadir juga yang mewakili Gubernur Bali dan Bupati Badung.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno, saat membuka festival mengatakan bahwa saat ini dunia menghadapi berbagai persoalan lingkungan. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak untuk bijak mengelola sumber daya alam. "Termasuk juga dalam pengelolaan Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) di Indonesia", jelas Wiratno.
