Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komdigi Nonaktifkan Tiga Pejabat Imbas Data Pelamar Bocor di Drive
ilustrasi Google Drive (freepik.com/mteerapat)

Intinya sih...

  • Temuan pelanggaran dalam pengadaan jasa, sembilan posisi dihentikan proses rekrutmennyaLebih lanjut, Arief mengatakan Inspektorat Jenderal Komdigi menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan untuk sembilan posisi tenaga administrasi.

  • Pejabat yang dinonaktifkan berpotensi diturunkan jabatannyaSementara, pemeriksaan lanjutan terhadap tiga pejabat yang dinonaktifkan masih berlangsung.

  • Latar belakang viralnya kebocoran data pelamarSebelumnya, sorotan publik terhadap proses ini bermula dari unggahan kreator konten Abil Sudarman di media sosial.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menonaktifkan tiga pejabat di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID). Langkah ini diambil menyusul temuan pelanggaran dalam proses pengadaan jasa tenaga administrasi melalui aplikasi Google Drive yang berpotensi menyebabkan kebocoran data pribadi pelamar.

“Berdasarkan hasil investigasi Inspektorat Jenderal, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital telah menonaktifkan dari jabatannya tiga orang yang diduga terkait dalam proses pengadaan jasa dimaksud,” ucap Inspektur Jenderal Arief Tri Hardiyanto dikutip dalam keterangan pers, Rabu (11/02/2026).

Ia menambahkan, ketiganya adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital setingkat Eselon II selaku penanggung jawab kegiatan, Ketua Tim SDM dan Organisasi setingkat Eselon III, dan seorang staf pelaksana di lingkungan Sekretariat DJID.

1. Temuan pelanggaran dalam pengadaan jasa, sembilan posisi dihentikan proses rekrutmennya

Ilustrasi lowongan pekerjaan. (IDN Times/Nathan Manaloe)

Lebih lanjut, Arief mengatakan Inspektorat Jenderal Komdigi menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses pengadaan jasa untuk sembilan posisi tenaga administrasi.

Menurutnya, pengadaan yang dilaksanakan pada 12-15 Januari 2026 itu tidak mengikuti prinsip dasar pengadaan di lingkungan kementerian, yaitu keadilan, kepatuhan, dan akuntabilitas.

Proses pengadaan tersebut dilakukan secara mandiri oleh satuan kerja Sekretariat DJID tanpa menggunakan sistem pengadaan resmi yang telah disediakan.

Mekanisme yang diterapkan dinilai berpotensi merugikan atau menguntungkan pihak-pihak tertentu, sehingga bertentangan dengan asas keadilan. Atas temuan itu, proses rekrutmen untuk sembilan posisi tersebut telah dihentikan.

2. Pejabat yang dinonaktifkan berpotensi diturunkan jabatannya

Ilustrasi pemecatan. (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara, pemeriksaan lanjutan terhadap tiga pejabat yang dinonaktifkan masih terus berlangsung. Arief menyebut hal ini menjadi dasar penjatuhan sanksi disiplin, termasuk kemungkinan penurunan jabatan.

Arief menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh proses pengadaan di lingkungan kementerian dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Inspektorat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik pengadaan yang tidak adil dan tidak patuh terhadap ketentuan,” kata Arief.

3. Latar belakang viralnya kebocoran data pelamar

ilustrasi kebocoran data (freepik.com/freepik)

Sebelumnya, sorotan publik terhadap proses ini bermula dari unggahan kreator konten Abil Sudarman di media sosial. Dalam video yang diunggah di Instagram pada Selasa, 27 Januari 2026 tersebut terungkap kejanggalan pada sistem pendaftaran lowongan kerja di Komdigi.

Tautan pendaftaran ternyata mengarahkan pelamar ke sebuah folder Google Drive untuk mengunggah dokumen pribadi. Masalah yang disorot Abil adalah akses terhadap data tersebut tidak dibatasi.

“Masalahnya adalah, semua pelamar datanya kelihatan di Google Drive ini. Semua foldernya nih keliatan nih nama-namanya nih. Jadi lo mau ngelamar, lo bisa buka data pribadi milik pelamar lain. Kelihatan telanjang semua bisa dibuka,” kata Abil dalam videonya.

Video inilah yang memicu investigasi internal lebih lanjut oleh Komdigi.

Editorial Team