Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Komisi C DPRD DKI Soroti Hutan Cawang Jadi Tempat Asusila, Tagih Janji CCTV
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bergerak cepat menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jumat (27/2/2026). (dok. Pemprov DKI)
  • DPRD DKI Jakarta menyoroti lemahnya pengawasan di Hutan Kota Cawang yang kembali disalahgunakan sebagai tempat asusila, memunculkan kekhawatiran warga soal keamanan ruang publik.
  • Anggota DPRD Lukmanul Hakim menekankan pentingnya pemasangan CCTV aktif, penerangan memadai, dan patroli rutin untuk mencegah kejadian serupa serta memastikan rasa aman masyarakat.
  • Pemkot Jakarta Timur langsung menertibkan kawasan dengan menutup jalur ilegal, memperbaiki pagar rusak, dan melibatkan petugas gabungan guna mengurangi potensi aktivitas asusila di taman tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, menyoroti lemahnya pengawasan di kawasan Hutan Kota Cawang, Jakarta Timur, yang kembali menjadi tempat asusila. Kondisi ini dinilai meresahkan warga dan menunjukkan perlunya evaluasi sistem keamanan ruang publik di Ibu Kota.

"Situasi seperti ini tentu memunculkan rasa waswas. Ketika ruang publik terasa tak terawasi, rasa aman masyarakat ikut dipertanyakan," ujar Lukmanul saat dihubungi IDN Times, Senin (2/3/2026).

1. Pentingnya CCTV

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bergerak cepat menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jumat (27/2/2026). (dok. Pemprov DKI)

Menurut Lukmanul, area umum seharusnya memiliki sistem keamanan yang jelas dan berfungsi optimal. Dia menekankan pentingnya CCTV aktif, penerangan lampu jalan yang memadai, serta pengawasan rutin dari petugas terkait.

Namun hingga kini, publik masih mempertanyakan apakah realisasi pemasangan CCTV tersebut sudah merata di seluruh wilayah. Menurut dia, keamanan bukan hanya soal merespons kejadian yang sudah viral di media sosial, melainkan tentang pencegahan sejak awal.

"Ini bukan sekadar fasilitas tambahan, tapi kebutuhan dasar di kota besar," kata Anggota DPRD DKI dari Fraksi PAN tersebut.

2. Tagih janji kampanye Pramono-Rano

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Rapur Ranperda di DPRD DKI, Senin (2/3/2026). (YouTube/DPRD DKI)

Dia lalu mempertanyakan janji kampanye Pramono-Rano tentang pemasangan CCTV. Menurut dia, adanya CCTV, maka tiap sudut kota akan diawasi.

"Dulu pernah ada janji pemasangan CCTV hingga tingkat lingkungan. Harapannya sederhana, setiap sudut kota lebih terpantau, potensi gangguan bisa dicegah lebih cepat. Tapi ya janji gubernur CCTV-nya belum dilaksakan," kata dia.

3. Hutan Cawang jadi tempat asusila

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bergerak cepat menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jumat (27/2/2026). (dok. Pemprov DKI)

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bergerak cepat menertibkan kawasan Hutan Kota Cawang di Jalan Mayjen Soetoyo, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar.

Langkah ini diambil menyusul maraknya temuan di lapangan yang menunjukkan kawasan tersebut disalahgunakan menjadi tempat aktivitas asusila yang sempat viral di media sosial.

Penertiban dilakukan dengan melakukan penutupan dua jalur ilegal di lokasi taman. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan yakni satuan tugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Sudin Tamhut) Kota Jakarta Timur, pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.

“Kita mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman yang ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini,” kata Camat Makasar, Dimas Prayudi, dalam keterangannya.

Perbaikan pagar di sekeliling hutan kota jadi fokus utama. Bagian-bagian pagar yang hilang atau berlubang yang selama ini menjadi celah masuk para oknum diperbaiki dan dilas.

Dari hasil penelusuran, para petugas menemukan jalur ilegal yang sengaja dibuat para oknum tak bertanggung jawab. Di sisi lain dari hasil temuan di lapangan, petugas menjumpai barang-barang yang mengindikasikan aktivitas asusila yang berserakan di sudut-sudut gelap hutan kota.

Editorial Team