Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem Hillary Lasut mengungkapkan tentang sistem pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Indonesia. Dia mengatakan, ketika pemerintah membeli dan melakukan pengadaan alutsista, ternyata tidak disertai dengan reparasi atau garansi free servisnya. Sehingga, pemerintah harus menambah anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan alutsista pertahanan tersebut.
"Karena di Indonesia, penganggaran untuk pemeliharaan itu dibedakan modulnya. Akhirnya selama ini pengadaan hanya dilakukan untuk barangnya saja dan unitnya saja, tidak bersamaan dengan pemeliharaannya. Sehingga buat saya sangat disarankan sekali (pengadaan unit beserta pemeliharaan)," kata Hillary kepada IDN Times, Kamis (22/4/2021).
