Jakarta, IDN Times - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya mengatakan, teror air keras yang menimpa rekan sejawatnya Andrie Yunus, bukan lagi alarm bagi kebebasan demokrasi di Indonesia. Pertistiwa yang menimpa Aktivis yang juga Koordinator Bidang Eksternal KontraS ini disebut sebagai jurang demokrasi.
"Jadi saya mau menyampaikan bahwa situasi ini sudah bukan alarm lagi. Teman-teman di sini semua berkumpul, ini bukan menyampaikan bahwa kita ada di alarm bahaya demokrasi. Inilah jurang demokrasi. Inilah titik nadir demokrasi." kata Dimas dalam konperensi pers, Jumat (13/3/2026).
