Jakarta, IDN Times - Keterlibatan TNI dalam penanganan gelombang demonstrasi akhir Agustus hingga awal September 2025 terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini terungkap dari laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) Agustus 2025 terkait demonstrasi, kerusuhan, penjarahan, dan perburuan aktivis terbesar sejak reformasi 1998.
Hal ini diungkapkan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, dalam rilis laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) “Operasi Membungkam Kaum Muda yang Menolak Tunduk”.
"Hari ini adalah fenomena militerisasi yang paling besar atau paling dominan dan menyita perhatian publik, adalah ketika proses untuk melakukan penanggulangan aksi, perhatian publik adalah ketika proses untuk melakukan penanggulangan aksi berkaitan atau berkelindan sesuai dengan lain-lain, di mana kemudian ada perbantuan TNI dan Polri," ujarnya, Rabu (18/2/2026).
