Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KRI Brawijaya-320 Uji Interoperabilitas Heli Traversing System
KRI Brawijaya-320 unsur Satuan Kapal Eskorta Koarmada II, melaksanakan uji interoperabilitas Heli Traversing System (HTS) dengan Heli Panther AS565 MBe dari Skuadron Udara 100, Wing Udara 2 Puspenerbal (dok. Mabes TNI)
  • KRI Brawijaya-320 melaksanakan uji interoperabilitas Heli Traversing System bersama Heli Panther AS565 MBe untuk meningkatkan kesiapan operasional laut dan udara dalam program Binopslat Triwulan I 2026.
  • Uji coba melibatkan pengoperasian Mantis RAM guna memastikan proses pemindahan helikopter di geladak kapal berlangsung aman, presisi, serta mendukung integrasi sistem antara kapal dan unsur udara TNI AL.
  • Kegiatan ini merupakan implementasi perintah Pangkoarmada II agar seluruh unsur KRI menjaga kesiapsiagaan, profesionalisme prajurit, dan optimalisasi alutsista demi keamanan wilayah laut Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - KRI Brawijaya-320 unsur Satuan Kapal Eskorta Koarmada II, melaksanakan uji interoperabilitas Heli Traversing System (HTS) dengan Heli Panther AS565 MBe dari Skuadron Udara 100, Wing Udara 2 Puspenerbal.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapan operasional unsur laut dan udara dalam rangkaian program Pembinaan Operasi dan Latihan (Binopslat) Triwulan I Tahun Anggaran 2026.

1. Bantu proses penarikan, pemindahan, serta penempatan helikopter di area geladak kapal secara aman dan presisi

Kapal jenis frigate terbesar se-Asia Tenggara milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI Brawijaya-320 tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu)

Pada kegiatan tersebut dilaksanakan uji coba pengoperasian peralatan Mantis RAM (Remote Aircraft Mover) yang merupakan bagian dari sistem Heli Traversing System (HTS) milik KRI Brawijaya-320.

Sistem ini berfungsi untuk membantu proses penarikan, pemindahan, serta penempatan helikopter di area geladak kapal secara aman dan presisi, khususnya saat kondisi kapal berada di laut.

2. Memastikan sistem peralatan yang dimiliki KRI Brawijaya-320 dapat terintegrasi secara optimal

Kapal jenis frigate terbesar se-Asia Tenggara milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI Brawijaya-320 tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (8/9/2025) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Uji interoperabilitas ini juga bertujuan untuk memastikan sistem peralatan yang dimiliki KRI Brawijaya-320 dapat terintegrasi secara optimal dengan unsur udara TNI Angkatan Laut, khususnya Heli Panther AS565 MBe sebagai salah satu unsur udara yang mendukung berbagai operasi maritim.

Melalui kegiatan ini, prajurit TNI AL tidak hanya menguji kesiapan peralatan, tetapi juga menyelaraskan prosedur tetap (SOP) serta meningkatkan kemampuan koordinasi antara unsur kapal perang dan helikopter. Dengan demikian, diharapkan seluruh sistem dapat bekerja secara efektif dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi di laut.

3. Sesuai perintah Pangkoarmada

Upacara penyambutan kapal jenis frigate terbesar se-Asia Tenggara milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI Brawijaya-320 tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (8/9/2025) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Latihan ini merupakan implementasi perintah Pangkoarmada II Laksda TNI, I G P Alit Jaya yang menekankan kepada setiap unsur KRI agar selalu menjaga kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit.

Khususnya dalam meningkatkan profesionalisme prajurit serta kesiapan alutsista guna mendukung tugas pokok menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia.

Editorial Team