Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kurang dari Sebulan Jokowi Kunjungan, Giliran Gibran Datang ke Lampung
Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming meninjau langsung sentra pertanian singkong sekaligus berdialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu (15/7/2026)(Dok. Setwapres)
  • Jokowi melakukan safari politik ke Lampung dengan agenda konsolidasi PSI, pertemuan tokoh adat, serta menerima gelar kehormatan sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap kontribusinya.
  • Gibran meninjau pembangunan infrastruktur, sekolah, program makan bergizi gratis, dan berdialog dengan petani singkong di Lampung untuk memperkuat ekonomi daerah serta memastikan kesejahteraan masyarakat.
  • Dukungan politik Jokowi dan Gibran di Lampung tetap tinggi; pengamat menilai Jokowi berupaya menguatkan citra PSI melalui kedekatan figur agar dukungan publik dapat beralih ke partai tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Juni 2026

Jokowi tiba di Bandara Radin Inten II, Lampung, memulai safari politik dengan menghadiri Rakorda PSI di Mesuji dan Tulang Bawang, serta mengikuti kirab budaya.

27 Juni 2026

Jokowi bertemu tokoh adat Lampung di Kedaton Keagungan dan menerima gelar adat kehormatan. Ia juga menghadiri Rakorda PSI di Bandar Lampung dan meninjau Museum Transmigrasi di Pesawaran.

26–29 Juni 2026

Selama tiga hari kunjungan ke Lampung, Jokowi melakukan konsolidasi PSI, pertemuan dengan tokoh adat, serta menyapa masyarakat di berbagai kabupaten.

15 Juli 2026

Gibran melakukan kunjungan kerja ke Lampung Timur. Ia meninjau pembangunan Jembatan Way Bungur, mengunjungi MTs Muhammadiyah I Way Bungur untuk melihat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, berdialog dengan petani singkong di Desa Muara Jaya, dan menghadiri pertemuan Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas.

akhir Juli 2026

Pemerintah menargetkan jembatan darurat Way Bungur rampung agar akses warga dan anak sekolah kembali lancar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung untuk meninjau pembangunan infrastruktur, pelaksanaan program makan bergizi gratis di sekolah, serta berdialog dengan petani singkong dan pegiat budaya.
  • Who?
    Gibran Rakabuming Raka bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, para guru, siswa, petani singkong, dan pengurus Bela Budaya Nusantara.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kabupaten Lampung Timur, termasuk Jembatan Way Bungur, MTs Muhammadiyah I Way Bungur, Desa Muara Jaya, dan Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas.
  • When?
    Kunjungan dilakukan pada Rabu, 15 Juli 2026, kurang dari tiga pekan setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Lampung pada akhir Juni 2026.
  • Why?
    Kunjungan bertujuan memastikan percepatan pembangunan infrastruktur daerah, peningkatan kualitas pendidikan dan gizi siswa, serta penyerapan aspirasi petani dan pelestarian budaya lokal.
  • How?
    Gibran meninjau langsung proyek jembatan dan sekolah, berdialog dengan masyarakat serta kelompok tani, memberi arahan percepatan pembangunan, dan menyampaikan komitmen pemerintah terhadap sinergi pusat-daerah serta penguatan sektor pertanian dan budaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jokowi datang ke Lampung, dia ketemu orang banyak, pakai baju adat, dan bilang sayang sama warga sana. Setelah itu anaknya, Gibran, juga datang ke Lampung. Dia lihat jembatan yang lagi dibangun, mampir ke sekolah, kasih makan gratis buat murid, dan ngobrol sama petani singkong. Sekarang Gibran janji mau bantu supaya jalan dan jembatan cepat jadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kunjungan beruntun Jokowi dan Gibran ke Lampung mencerminkan perhatian pemerintah yang luas terhadap masyarakat daerah, mulai dari penguatan infrastruktur hingga pelestarian budaya. Antusiasme warga dan dialog langsung dengan petani, guru, serta tokoh adat menunjukkan hubungan yang akrab antara pemimpin dan rakyat, sekaligus memperlihatkan semangat kolaboratif dalam membangun kesejahteraan bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo mengunjungi Lampung bulan lalu, tepatnya pada 26 sampai 29 Juni 2026. Dalam safari politik itu, masyarakat Lampung memberikan simbol kedekatan dengan Jokowi, mulai dari Jokowi yang disambut antusiasme tinggi masyarakat hingga pemberian gelar adat.

Kurang dari sebulan kunjungan Jokowi tersebut, kini giliran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Lampung. Entah kebetulan atau tidak, bapak dan anak sulungnya ini berkunjung ke daerah yang sama.

1. Jokowi mengaku cinta dengan masyarakat Lampung

Presiden ke-7 RI, Joko (Jokowi) Widodo memulai kegiatan blusukan terakhir di Lampung dengan mengunjugi Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah pada Minggu (28/6/2026)(dok. PSI)

Kunjungan Jokowi ke Lampung sendiri diisi dengan agenda konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pertemuan dengan tokoh adat, hingga blusukan ke sejumlah daerah.

Selama berada di Lampung, Jokowi mengunjungi beberapa kabupaten dan kota, seperti Mesuji, Tulang Bawang, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Tengah, hingga Lampung Timur. Namun, sejumlah agenda pada hari terakhir dilaporkan mengalami perubahan.

Jokowi tiba di Bandara Radin Inten II, Lampung pada Jumat (26/6/2025) dan langsung memulai rangkaian kegiatan. Agenda utamanya adalah menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kabupaten Mesuji.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan kedatangannya ke Lampung tidak hanya karena kecintaannya kepada masyarakat Lampung, tetapi juga untuk memberikan dukungan kepada PSI.

"Untuk apa saya datang ke Provinsi Lampung? Untuk apa saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, kecintaan saya kepada masyarakat Lampung tidak luntur, masih tetap. Dan yang kedua, yang lebih penting, juga untuk PSI!," kata Jokowi saat memberikan sambutan di Rakorda PSI Mesuji.

Usai menghadiri Rakorda, Jokowi menunaikan Salat Jumat sebelum melanjutkan perjalanan ke Tulang Bawang. Di sana, dia kembali menghadiri Rakorda PSI sekaligus menyapa kader dan masyarakat.

Sore harinya, Jokowi mengikuti kirab budaya di Tulang Bawang dengan mengenakan pakaian adat Lampung. Acara tersebut dihadiri ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Pada Sabtu (27/6/2026), Jokowi memulai agenda dengan bertemu para tokoh adat Lampung di Kedaton Keagungan. Dalam acara tersebut, dia menerima gelar adat kehormatan dari lima kerajaan adat Lampung sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusinya.

Setelah itu, Jokowi menghadiri Rakorda PSI di Bandar Lampung sebelum melanjutkan perjalanan ke Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran. Di lokasi tersebut, dia menyapa masyarakat, para kepala desa, serta kader PSI yang hadir.

Rangkaian agenda kemudian berlanjut ke Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, pelaku UMKM, serta menghadiri sejumlah kegiatan kemasyarakatan.

Pada hari terakhir kunjungan, Jokowi dijadwalkan melanjutkan safari politik ke Lampung Tengah dan Lampung Timur untuk menghadiri pertemuan dengan masyarakat serta pondok pesantren.

Namun, berdasarkan laporan sejumlah media, beberapa agenda mengalami penyesuaian sehingga tidak seluruh rangkaian kunjungan terlaksana sesuai jadwal awal. Meski demikian, selama tiga hari di Lampung, fokus kegiatan Jokowi tetap didominasi konsolidasi internal PSI, pertemuan dengan tokoh adat, menyapa warga, pelaku UMKM, hingga relawan di berbagai daerah.

2. Gibran sambangi pembangunan jembatan, sekolah, MBG, hingga petani singkong di Lampung

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming meninjau langsung sentra pertanian singkong sekaligus berdialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu (15/7/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Kurang dari tiga pekan usai kunjungan Jokowi, Gibran melakukan kunjungan kerja ke Lampung, pada Rabu (15/7/2026). Kunjungan diawali dengan meninjau pembangunan Jembatan Way Bungur di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas, memperluas akses masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam dialog lapangan bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan masyarakat Lampung Timur, Wapres menegaskan langkah konkret yakni memastikan jembatan darurat akan rampung dalam dua minggu (akhir Juli 2026) agar kendaraan roda dua dan anak-anak sekolah dapat melintas dengan aman.

“Dua minggu lagi jadi, yang jembatan daruratnya. Nanti jembatan permanennya juga akan segera dibangun,” kata dia.

Gibran menekankan percepatan pembangunan infrastruktur memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai kendala, baik teknis maupun nonteknis, harus diselesaikan melalui koordinasi yang intensif.

“Yang namanya pembangunan butuh sinergi dengan kepala-kepala daerahnya, urusan teknis, nonteknis, pembebasan lahan, daerahnya harus proaktif,” tuturnya.

Lebih jauh, Gibran menyampaikan, pemerintah akan menerapkan skala prioritas dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur dengan mengutamakan ruas jalan maupun jembatan yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Titik-titik jalan yang sekiranya diperlukan untuk diperbaiki, khususnya jalan-jalan yang menopang kegiatan-kegiatan ekonomi, akan kami prioritaskan,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Way Bungur (masyarakat menyebut juga sebagai Jembatan Kali Pasir) memiliki nilai strategis sebagai salah satu penghubung utama Kabupaten Lampung Timur dengan Kabupaten Lampung Tengah.

‎Usai meninjau pembangunan jembatan di Way Bungur, Gibran melanjutkan rangkaian kegiatan ke MTs Muhammadiyah I Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Kunjungan ke sekolah swasta tersebut disebut menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif dan berkualitas menjangkau seluruh peserta didik tanpa membedakan status lembaga pendidikan.

‎Kehadiran Wapres di MTs Muhammadiyah I Way Bungur disambut antusias oleh para guru dan peserta didik. Kepala MTs Muhammadiyah I Way Bungur, Ari Hidayat, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta yang memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

‎“Kami sampaikan kepada Bapak Wapres bahwasanya sekolah ini adalah sekolah swasta. Namun, sama-sama tujuan kita mencerdaskan anak bangsa,” ujar Ari Hidayat.

‎Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dinikmati oleh 82 peserta didik. Menu yang disajikan terdiri atas lele goreng balado, tempe bacem, tumis buncis dan wortel, serta buah jeruk. Nampak murid-murid menikmati makanan dengan lahap.

‎Gibran memberikan apresiasi terhadap menu yang tersedia, sekaligus menekankan pentingnya penyempurnaan standard operating procedure (SOP) dalam proses penyiapan hingga pendistribusian makanan agar layanan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan tepat waktu.

‎Selain memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik, Gibran juga meninjau kondisi ruang kelas bagi siswa kelas VII hingga IX. Pada kesempatan tersebut, Wapres menaruh perhatian terhadap kondisi sejumlah ruang belajar yang masih memerlukan perbaikan, termasuk keterbatasan sarana pendukung pembelajaran seperti interactive flat panel (IFP) dan papan tulis.

‎Menindaklanjuti temuan tersebut, Gibran menginstruksikan jajarannya untuk segera mendata kebutuhan sekolah agar dapat diusulkan memperoleh bantuan.

Kemudian kunjungan Gibran berlanjut meninjau langsung sentra pertanian singkong sekaligus berdialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

Kunjungan ini sebagai upaya pemerintah menyerap aspirasi petani guna merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan komoditas singkong, mulai dari aspek produksi hingga tata niaga.

Dialog tersebut diikuti oleh perwakilan dari 33 kelompok tani dengan jumlah anggota lebih dari 600 orang. Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan, pemerintah terus mengakselerasi agenda swasembada pangan melalui pembenahan berbagai aspek fundamental sektor pertanian.

“Perintah dari Bapak Presiden sudah jelas ya Bapak, Ibu terkait swasembada pangan. Masalah pupuk, irigasi, pengolahan pasca-panen, harga. Itu semuanya sudah banyak mendapat hasil di beras,” ujar dia.

Menurut Gibran, keberhasilan penguatan komoditas beras perlu diikuti dengan perhatian yang sama terhadap komoditas pangan strategis lainnya, termasuk ubi kayu atau singkong. Oleh karena itu, pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memetakan berbagai tantangan yang masih dihadapi para petani.

“Hari ini saya ke Lampung khusus ngecek singkong, karena di komoditi ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi tersebut meliputi usulan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) singkong, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jalan perkebunan guna memperlancar distribusi hasil panen, hingga penguatan permodalan koperasi simpan pinjam agar petani memperoleh akses pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.

Merespons berbagai masukan tersebut, Gibran menegaskan, pemerintah berkomitmen bikin kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan petani dalam negeri. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah penguatan regulasi terkait impor ubi kayu beserta produk turunannya.

Gibran memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan segera dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, penyelesaian persoalan HET, standardisasi alat ukur, serta penetapan kadar aci akan menjadi faktor penting dalam menciptakan tata niaga singkong yang lebih adil dan memberikan kepastian harga bagi petani.

“Masalah HET, Nanti segera didiskusikan dengan pimpinan kami. Lalu standarisasi alat ukur, kadar aci. Nanti sudah ada tiga itu, saya yakin harga akan stabil, tidak fluktuatif lagi, dan untuk masalah kesejahteraan akan meningkat” kata dia.

Masih pada hari yang sama, agenda terakhir Gibran di Lampung ialah bertemu pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya sebagai fondasi penguatan jati diri bangsa. Menurut Gibran, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) merupakan keniscayaan yang perlu dimanfaatkan secara positif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas, sekaligus memperkokoh karakter bangsa.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bela Budaya Nusantara, Mulyono, menyampaikan kekhawatirannya terhadap semakin besarnya tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurut dia, generasi muda berpotensi semakin jauh dari akar budaya apabila tidak diimbangi dengan upaya menjaga adat dan nilai-nilai luhur bangsa.

"Kami juga merasa takut kalau budaya tidak kita bela ke depan, akan menjadikan generasi ini hanya pandai menjaga teknologi tapi tidak pandai dalam menjaga adat," ujar Mulyono.

Menanggapi hal tersebut, Gibran menegaskan, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan kemajuan teknologi tidak mengikis identitas bangsa. Dia menilai, transformasi digital, termasuk perkembangan media sosial dan AI, merupakan perubahan yang tidak dapat dihindari sehingga harus direspons secara adaptif tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya.

"Memang tidak bisa dipungkiri, Pak, sekarang zamannya sosmed, zamannya AI, semua anak-anak pegang HP. Tapi yang namanya teknologi dan budaya harus berjalan selaras, Pak. Kemajuan teknologi, disrupsi teknologi tidak mungkin kita lawan. Tapi ini harus berjalan beriringan," tegas dia.

Lebih lanjut, Gibran mengatakan, kemajuan teknologi justru membuka peluang yang semakin besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital, menurutnya, dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan promosi budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.

"Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama sosmed, kita malah terbantu, Pak, untuk mengenalkan budaya kita lebih jauh," pungkasnya.

3. Popularitas Jokowi tinggi dan Lampung dari kacamata suara pemilu

Presiden ke-7 Jokowi menginjak kepala kerbau dalam upacara adat saat berkunjung ke kerajaan di Lampung dalam agenda keliling Indonesia. (Dok.Istimewa)

Dilihat dari kacamata perolehan suara pada tiga pemilu terakhir, baik Jokowi maupu. Gibran sama-sama memperoleh dukungan tinggi di Provinsi Lampung. Pada Pemilihan Presiden (Pillres) 2014 lalu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, unggul di Provinsi Lampung pada sepuluh kabupaten sebesar 53,07 persen atau 2.299.889 suara.

Keunggulan Jokowi di Lampung semakin terbukti di Pilpres 2019. Jokowi dan Ma'ruf Amin berhasil meraup dikungan hingga 2.853.585 suara atau 59,34 persen.

Gibran juga punya nasib yang sama. Dia sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto menang telak di Lampung pada 2024. Mereka mendapat perolehan sebanyak 3.554.310 suara. Jumlah itu terpaut jauh dari pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Anies-Muhaimin tercatat memperoleh 791.892 suara. Sementara itu, Ganjar-Mahfud cuma meraih 764.486 suara.

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, menilai, Jokowi masih memiliki pengaruh politik yang signifikan menjelang kontestasi Pemilu 2029. Oleh sebab itu tak heran jika ia semakin gencar blusukan ke berbagai daerah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Langkah tersebut menunjukkan upaya Jokowi untuk semakin mengidentikkan dirinya dengan PSI. Menurut dia, strategi itu jika berhasil, berpotensi memperluas basis elektoral partai berlambang mawar tersebut jika berhasil membangun asosiasi yang kuat di mata publik.

Saidiman mengatakan, selama dua periode memimpin Indonesia, Jokowi menikmati tingkat kepuasan publik (approval rating) yang tinggi. Kondisi itu membuat mantan kepala negara tersebut masih memiliki kelompok pendukung yang besar meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Namun, menurut Saidiman, tantangan utamanya bukan lagi soal besarnya pendukung Jokowi, melainkan apakah dukungan personal itu dapat dialihkan menjadi suara untuk partai politik yang didukungnya.

"Sebagai mantan presiden yang mendapatkan approval rating sepanjang pemerintahannya, Jokowi tentu punya massa pendukung yang besar. Persoalannya adalah apakah pendukung ini bisa dialihkan dari mendukung Jokowi menjadi pemilih partai yang didukung Jokowi, dalam hal ini PSI," ujar Saidiman.

Saidiman menilai, proses pengalihan dukungan tersebut dapat terjadi apabila publik semakin melihat PSI sebagai partai yang identik dengan Jokowi. Karena itu, berbagai agenda bersama kader PSI dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan tersebut.

"Saya melihat Jokowi berusaha lebih mengidentikkan diri dengan PSI. Kalau itu berhasil, saya menduga PSI potensial punya ceruk yang lebih besar," kata dia.

Menurut dia, kedekatan figur dengan partai menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk preferensi pemilih, terutama ketika figur tersebut masih memiliki tingkat popularitas dan penerimaan publik yang tinggi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article