Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming meninjau langsung sentra pertanian singkong sekaligus berdialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu (15/7/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Kurang dari tiga pekan usai kunjungan Jokowi, Gibran melakukan kunjungan kerja ke Lampung, pada Rabu (15/7/2026). Kunjungan diawali dengan meninjau pembangunan Jembatan Way Bungur di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas, memperluas akses masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam dialog lapangan bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan masyarakat Lampung Timur, Wapres menegaskan langkah konkret yakni memastikan jembatan darurat akan rampung dalam dua minggu (akhir Juli 2026) agar kendaraan roda dua dan anak-anak sekolah dapat melintas dengan aman.
“Dua minggu lagi jadi, yang jembatan daruratnya. Nanti jembatan permanennya juga akan segera dibangun,” kata dia.
Gibran menekankan percepatan pembangunan infrastruktur memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai kendala, baik teknis maupun nonteknis, harus diselesaikan melalui koordinasi yang intensif.
“Yang namanya pembangunan butuh sinergi dengan kepala-kepala daerahnya, urusan teknis, nonteknis, pembebasan lahan, daerahnya harus proaktif,” tuturnya.
Lebih jauh, Gibran menyampaikan, pemerintah akan menerapkan skala prioritas dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur dengan mengutamakan ruas jalan maupun jembatan yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Titik-titik jalan yang sekiranya diperlukan untuk diperbaiki, khususnya jalan-jalan yang menopang kegiatan-kegiatan ekonomi, akan kami prioritaskan,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Way Bungur (masyarakat menyebut juga sebagai Jembatan Kali Pasir) memiliki nilai strategis sebagai salah satu penghubung utama Kabupaten Lampung Timur dengan Kabupaten Lampung Tengah.
Usai meninjau pembangunan jembatan di Way Bungur, Gibran melanjutkan rangkaian kegiatan ke MTs Muhammadiyah I Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Kunjungan ke sekolah swasta tersebut disebut menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif dan berkualitas menjangkau seluruh peserta didik tanpa membedakan status lembaga pendidikan.
Kehadiran Wapres di MTs Muhammadiyah I Way Bungur disambut antusias oleh para guru dan peserta didik. Kepala MTs Muhammadiyah I Way Bungur, Ari Hidayat, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta yang memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kami sampaikan kepada Bapak Wapres bahwasanya sekolah ini adalah sekolah swasta. Namun, sama-sama tujuan kita mencerdaskan anak bangsa,” ujar Ari Hidayat.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dinikmati oleh 82 peserta didik. Menu yang disajikan terdiri atas lele goreng balado, tempe bacem, tumis buncis dan wortel, serta buah jeruk. Nampak murid-murid menikmati makanan dengan lahap.
Gibran memberikan apresiasi terhadap menu yang tersedia, sekaligus menekankan pentingnya penyempurnaan standard operating procedure (SOP) dalam proses penyiapan hingga pendistribusian makanan agar layanan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan tepat waktu.
Selain memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik, Gibran juga meninjau kondisi ruang kelas bagi siswa kelas VII hingga IX. Pada kesempatan tersebut, Wapres menaruh perhatian terhadap kondisi sejumlah ruang belajar yang masih memerlukan perbaikan, termasuk keterbatasan sarana pendukung pembelajaran seperti interactive flat panel (IFP) dan papan tulis.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Gibran menginstruksikan jajarannya untuk segera mendata kebutuhan sekolah agar dapat diusulkan memperoleh bantuan.
Kemudian kunjungan Gibran berlanjut meninjau langsung sentra pertanian singkong sekaligus berdialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.
Kunjungan ini sebagai upaya pemerintah menyerap aspirasi petani guna merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan komoditas singkong, mulai dari aspek produksi hingga tata niaga.
Dialog tersebut diikuti oleh perwakilan dari 33 kelompok tani dengan jumlah anggota lebih dari 600 orang. Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan, pemerintah terus mengakselerasi agenda swasembada pangan melalui pembenahan berbagai aspek fundamental sektor pertanian.
“Perintah dari Bapak Presiden sudah jelas ya Bapak, Ibu terkait swasembada pangan. Masalah pupuk, irigasi, pengolahan pasca-panen, harga. Itu semuanya sudah banyak mendapat hasil di beras,” ujar dia.
Menurut Gibran, keberhasilan penguatan komoditas beras perlu diikuti dengan perhatian yang sama terhadap komoditas pangan strategis lainnya, termasuk ubi kayu atau singkong. Oleh karena itu, pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memetakan berbagai tantangan yang masih dihadapi para petani.
“Hari ini saya ke Lampung khusus ngecek singkong, karena di komoditi ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi tersebut meliputi usulan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) singkong, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jalan perkebunan guna memperlancar distribusi hasil panen, hingga penguatan permodalan koperasi simpan pinjam agar petani memperoleh akses pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.
Merespons berbagai masukan tersebut, Gibran menegaskan, pemerintah berkomitmen bikin kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan petani dalam negeri. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah penguatan regulasi terkait impor ubi kayu beserta produk turunannya.
Gibran memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan segera dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, penyelesaian persoalan HET, standardisasi alat ukur, serta penetapan kadar aci akan menjadi faktor penting dalam menciptakan tata niaga singkong yang lebih adil dan memberikan kepastian harga bagi petani.
“Masalah HET, Nanti segera didiskusikan dengan pimpinan kami. Lalu standarisasi alat ukur, kadar aci. Nanti sudah ada tiga itu, saya yakin harga akan stabil, tidak fluktuatif lagi, dan untuk masalah kesejahteraan akan meningkat” kata dia.
Masih pada hari yang sama, agenda terakhir Gibran di Lampung ialah bertemu pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.
Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya sebagai fondasi penguatan jati diri bangsa. Menurut Gibran, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) merupakan keniscayaan yang perlu dimanfaatkan secara positif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas, sekaligus memperkokoh karakter bangsa.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bela Budaya Nusantara, Mulyono, menyampaikan kekhawatirannya terhadap semakin besarnya tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurut dia, generasi muda berpotensi semakin jauh dari akar budaya apabila tidak diimbangi dengan upaya menjaga adat dan nilai-nilai luhur bangsa.
"Kami juga merasa takut kalau budaya tidak kita bela ke depan, akan menjadikan generasi ini hanya pandai menjaga teknologi tapi tidak pandai dalam menjaga adat," ujar Mulyono.
Menanggapi hal tersebut, Gibran menegaskan, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan kemajuan teknologi tidak mengikis identitas bangsa. Dia menilai, transformasi digital, termasuk perkembangan media sosial dan AI, merupakan perubahan yang tidak dapat dihindari sehingga harus direspons secara adaptif tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya.
"Memang tidak bisa dipungkiri, Pak, sekarang zamannya sosmed, zamannya AI, semua anak-anak pegang HP. Tapi yang namanya teknologi dan budaya harus berjalan selaras, Pak. Kemajuan teknologi, disrupsi teknologi tidak mungkin kita lawan. Tapi ini harus berjalan beriringan," tegas dia.
Lebih lanjut, Gibran mengatakan, kemajuan teknologi justru membuka peluang yang semakin besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital, menurutnya, dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan promosi budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.
"Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama sosmed, kita malah terbantu, Pak, untuk mengenalkan budaya kita lebih jauh," pungkasnya.