Comscore Tracker

Perusakan Makam di Solo Diduga Ada Doktrin, Ini Kata Pengasuh Sekolah

Guru larang siswa main ke kuburan karena banyak jin

Surakarta, IDN Times - Pihak sekolah angkat bicara perihal dugaan adanya doktrin intoleran pada siswa, dalam kasus perusakan makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, pada 16 Juni 2021.

Pihak sekolah juga mengaku telah memproses izin mendirikan kegiatan belajar, namun izin tersebut belum dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag). Karena itu, sekolah ini ditutup sementara karena tak memiliki izin.

Baca Juga: Gibran Ancam Tutup Sekolah Siswa Perusak Makam di Solo

1. Pihak sekolah membantah ajarkan faham intoleran

Perusakan Makam di Solo Diduga Ada Doktrin, Ini Kata Pengasuh SekolahKapolresta Solo mengunjungi lokasi belajar perusak makam di Solo. IDNTimes/Larasati Rey

Kepala sekolah, Wildan, mengatakan perusakan makam murni dilakukan murid-muridnya. Pihaknya bahkan sudah memperingatkan anak didiknya untuk tidak bermain di makam.

"Itu murni anak-anak sendiri, bahkan kami melarang, kami sampaikan kami melarang di makam karena anak-anak. Kami mengerti bahwa di sini banyak jin yang itu bisa dengan mudah masuk ke jiwa anak-anak, dan itu sangat berpengaruh untuk anak-anak ini nanti, apalagi hingga dewasanya. Kami melarang dengan tegas," ungkapnya.

Wildan menegaskan ajaran yang diberikan kepada anak-anak hanyalah sebatas pelajaran menghafal Al-Quran. Ia membantah adanya anggapan ajaran intoleran.

"Jikalau seandainya Khuttap (sekolah) ini diperiksa, kami aman, kami murni mengajarkan hafalan Al-Quran, itu aja udah capek, lelah," jelasnya.

Wildan juga mengatakan pihaknya sudah memproses perizinan, namun proses tersebut terganjal adanya pandemik COVID-19.

"Kalau izin dari Kemenag memang kami sudah izin, namun SK-nya belum keluar, namanya proses izin masa-masa corona seperti ini susah, banyak penundaan," ujarnya saat ditemui Selasa, 22 Juni 2021.

2. Tak ada regulasi pendirian lembaga pendidikan Khuttap

Perusakan Makam di Solo Diduga Ada Doktrin, Ini Kata Pengasuh SekolahKepala Kemenag Solo, Hidayat Masyur. IDNTimes/Larasati Rey

Pada kesempatan berbeda, Kepala Kemenag Solo Hidayat Masyur mengatakan, tempat belajar tersebut memang belum memiliki izin. Selain itu, jenis pembelajaran Khuttap belum terdapat dalam PP Nomor 55 Tahun 2017.

"Khuttap itu belum memiliki regulasi, regulasi yang sudah ada Kementerian Agama itu sesuai dengan PP 55 No Tahun 2017 ada tiga, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan lembaga pendidikan Al-Quran," ujarnya.

3. Kasus masih dalam penyelidikan

Perusakan Makam di Solo Diduga Ada Doktrin, Ini Kata Pengasuh SekolahKapolresta Solo Ade Safri Simanjuntak meninjau lokasi makam. IDNTimes/Larasati Rey

Sementara, Kapolresta Solo Ade Safri Simanjuntak mengatakan kasus perusakan makam masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

"Kita masih terus melakukan penyidikan sangkaannya perusakan," ujarnya, Selasa.

"Pasca-kejadian, pihak Khuttap sendiri terus dimediasi dengan perangkat desa, bahkan pihak Khuttap sepakat akan melakukan perbaikan dari beberapa nisan yang dilakukan perusakan yang dilakukan oleh murid-murid Khuttap yang dimaksud," sambung Ade.

Baca Juga: Perusakan Makam TPU Cemoro Kembar Solo, Ada Dugaan Doktrin Intoleran

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya