Comscore Tracker

Begini Reaksi Gibran soal Trending #TangkapAnakPakLurah

Gibran minta pihak terkait menunjukkan bukti

Solo, IDN Times - Putra sulung Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Gibran Rakabuming Raka hari ini ramai menjadi sorotan, lantaran disebut-sebut dalam kasus korupsi bansos yang melibatkan Menteri Sosial nonaktif Juliari P Batubara. 

Bahkan, trending tagar#TangkapAnakPakLurah di Twitter membuat masyarakat mengait-kaitkan dengan Gibran. Lantas, bagaimana tanggapan Gibran soal perbincangan di media sosial ini?

Baca Juga: Tanggapi Skandal Bansos, Gibran: Tangkap Saja Kalau Ada Buktinya!

1. Gibran tegaskan tak terlibat kasus korupsi bansos

Begini Reaksi Gibran soal Trending #TangkapAnakPakLurahGibran Rakabuming Raka (IDN Times/Larasati Reyma)

Menanggapi adanya tagar #TangkapAnakPakLurah, calon Wali Kota Solo terpilih ini mengaku tidak pernah terlibat dalam rekomendasi ataupun usulan terkait bantuan sosial. Gibran justru meminta ditangkap aparat jika memang terbukti bersalah.

"Ya tangkap aja kalau salah, saya tidak pernah ikut-ikut merekomendasikan atau usul apapun soal bansos," katanya usai blusukan di Kampung Banyuanyar, Kadipiro, Solo, Senin (21/12/20).

2. Gibran minta pihak terkait menunjukkan bukti

Begini Reaksi Gibran soal Trending #TangkapAnakPakLurahGibran Rakabuming Raka membagikan buku ke ana-anak. IDNTimes/Larasati Rey

Gibran bahkan meminta pihak terkait untuk menunjukkan bukti keterlibatan dirinya.

"Saya merasa dirugikan, gak ada bukti, sumber tidak jelas, berita tidak benar itu," tegasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan hasil investigasi majalah Tempo menyebutkan, Gibran disebut-sebut merekomendasikan PT Sritex unjuk menjadi rekanan Kementerian Sosial dalam pembuatan goodie bag atau tas bansos.

Menteri Sosial nonaktif Juliari P Batubara disebut memerintahkan dua stafnya untuk menghentikan pencarian vendor penyedia tas goodie bag bansos, karena akan diproduksi Sritex.

3. Minta konfirmasi ke KPK dan Sritex

Begini Reaksi Gibran soal Trending #TangkapAnakPakLurah(Putra sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka) ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Saat ditemui, Gibran justru meminta mempertanyakan kebenaran berita tersebut. Ia meminta awak media untuk meng-crosscheck kebenaran berita tersebut ke PT Sritex.

"Silakan crosscheck ke Sritex dan KPK. Itu berita tidak benar. Kalau mau korupsi kenapa tidak dulu-dulu dan proyek yang lebih gede, jalan tol, Pertamina, silakan saja di-crosscheck," katanya.

4. PT Sritex membantah mendapat rekomendasi dari Gibran

Begini Reaksi Gibran soal Trending #TangkapAnakPakLurahGibran Rakabuming Raka (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Head of Corporate Communication PT Sritex Joy Citradewi mengatakan perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah itu, membantah tudingan mendapat rekomendasi dari Gibran.

‘’Itu tidak benar,’’ kata Joy, saat dihubungi IDN Times melalui Whatsapp, Solo, Senin (21/12/2020).

Joy menuturkan, pemesanan goodie bag bansos itu langsung dilakukan Kementerian Sosial (Sosial) dengan menghubungi pihak pemasaran Sritex.

‘’Pihak Kemensos menghubungi marketing Sritex untuk pemesanan ini pada April 2020. Mereka memesan goodie bag dalam jumlah besar dan butuh cepat alias urgent,’’ tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pemesanan tas bansos dari Kemensos itu, Sritex tidak dapat mengerjakan sendiri. Perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara itu melibatkan mitra kerja dari luar.

‘’Dalam menangani pesanan goodie bag itu kami tidak memproduksi sendiri. Kami juga berbagi kepada beberapa perusahaan lain menengah dan kecil (UMKM),’’ ungkap Joy.

Terkait nilai kontrak, harga, dan jumlah tas yang dipesan Kemensos, Joy menjelaskan, pihaknya tidak bisa menjabarkan rinci jumlah pesanan maupun kontrak yang diterima Sritex dari pemerintah. 

‘’Untuk qty (kuantitas) dan nilai kontrak ada confidentiality clause (rahasia) ya,’’ imbuhnya.

Dalam menyelesaikan kebutuhan pesanan tas bansos Kemensos, khusus di Sritex melibatkan 10 ribu tenaga kerja. Sedangkan, dari luar Sritex juga bekerja sama dengan 20 mitra kerja di wilayah Solo Raya.

‘’Proses produksi ini sudah selesai pada November 2020 lalu,’’ tandas Joy.

Seperti diketahui, KPK menjerat Juliari Batubara sebagai tersangka dalam kasus korupsi bansos virus corona. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan, dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp8,2 miliar dan Rp8,8 miliar.

Baca Juga: Disebut Rekomendasikan Tas Bansos, Gibran Punya Saham di PT Sritex? 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya