Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPJS Kesehatan dan TNI Perluas Jangkauan Layanan JKN di Daerah 3T
Dalam upaya mendukung pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN, BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan prajurit TNI dan keluarganya, memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan. (Dok. BPJS Kesehatan)
  • BPJS Kesehatan dan TNI memperkuat kolaborasi untuk memastikan akses layanan JKN bagi prajurit dan masyarakat di wilayah terpencil, dengan dukungan ribuan fasilitas kesehatan mitra di seluruh Indonesia.
  • Melalui kebijakan kompensasi DBTFMS, BPJS Kesehatan memperluas jangkauan layanan ke daerah 3T dengan pengiriman tenaga medis, kerja sama fasilitas lokal, hingga pemanfaatan rumah sakit apung.
  • Beragam inovasi digital seperti Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165 dihadirkan untuk memudahkan peserta mengakses layanan serta memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPJS Kesehatan bersama TNI memperluas jangkauan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk memastikan akses kesehatan merata bagi seluruh peserta.
  • Who?
    BPJS Kesehatan yang dipimpin Direktur Utama Prihati Pujowaskito bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), termasuk prajurit dan keluarganya sebagai peserta JKN.
  • Where?
    Kegiatan dilaksanakan di Jakarta dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI, dengan cakupan layanan diperluas ke seluruh Indonesia, terutama daerah terpencil dan perbatasan.
  • When?
    Pemaparan dilakukan pada Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI Tahun Anggaran 2026, dengan data kepesertaan tercatat hingga 1 Maret 2026.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan mendukung pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas bagi peserta JKN serta memperkuat keberlanjutan pembiayaan program melalui penguatan layanan primer.
  • How?
    Peningkatan dilakukan lewat kerja sama fasilitas kesehatan TNI, kebijakan kompensasi DBTFMS, pengiriman tenaga medis, rumah sakit apung, serta inovasi digital seperti Mobile JKN dan PANDAWA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dalam upaya mendukung pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN, BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan prajurit TNI dan keluarganya, memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.

Pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI Tahun Anggaran 2026, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa hingga 1 Maret 2026 jumlah peserta JKN telah mencapai 284,69 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 1,48 juta jiwa merupakan prajurit TNI beserta anggota keluarganya yang telah menjadi peserta JKN.

"Cakupan kepesertaan yang luas tersebut perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI yang memiliki peran strategis sebagai penyedia layanan kesehatan. Saat ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.517 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan 3.182 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 577 klinik pratama TNI yang berperan sebagai FKTP serta 120 rumah sakit dan klinik utama TNI yang menjadi bagian dari FKRTL mitra BPJS Kesehatan," kata Pujo.

1. Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau

Ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Pujo menjelaskan, keberadaan fasilitas kesehatan milik TNI tersebut sangat penting untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan. Baginya, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan TNI menjadi salah satu kekuatan dalam memastikan peserta JKN tetap mendapatkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, termasuk di daerah dengan akses terbatas.

"Dari sisi pembiayaan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan 190,3 triliun rupiah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer agar pelayanan kesehatan dapat lebih optimal, sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan Program JKN," ujar Pujo.

2. Upaya BPJS Kesehatan hadirkan akses JKN di wilayah 3T

Ilustrasi BPJS Kesehatan. (acehonline)

Selain memperkuat layanan kesehatan primer, Pujo menambahkan bahwa BPJS Kesehatan juga terus mendorong perluasan akses layanan kesehatan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Melalui kebijakan kompensasi pada Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS), BPJS Kesehatan berupaya menghadirkan perlindungan JKN di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Layanan tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pengiriman tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas kesehatan tertentu, hingga pemanfaatan rumah sakit apung untuk menjangkau wilayah terpencil dan perbatasan.

"BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi layanan untuk meningkatkan kemudahan akses bagi peserta JKN. Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengakses berbagai layanan secara digital, mulai dari pendaftaran antrean online di fasilitas kesehatan, perubahan data kepesertaan, hingga pemberian informasi dan pengaduan layanan," ujar Pujo.

3. Komitmen memperkuat pemerataan layanan JKN

Ilustrasi BPJS Kesehatan. IDN Times/Maulana

Pujo menambahkan, BPJS Kesehatan telah menghadirkan inovasi Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang dapat diakses di nomor 08118165165, untuk memudahkan peserta dalam mengurus berbagai administrasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan, serta Care Center 165 yang dapat dihubungi selama 24 jam. Berbagai inovasi layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dan cepat bagi seluruh peserta JKN.

“Melalui dukungan dan sinergi bersama TNI, BPJS Kesehatan optimistis upaya pemerataan layanan JKN dapat terus diperkuat. Dengan demikian, Program JKN mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Pujo. (WEB)

Editorial Team