Jakarta, IDN Times - Dalam upaya mendukung pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN, BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan prajurit TNI dan keluarganya, memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.
Pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI Tahun Anggaran 2026, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa hingga 1 Maret 2026 jumlah peserta JKN telah mencapai 284,69 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 1,48 juta jiwa merupakan prajurit TNI beserta anggota keluarganya yang telah menjadi peserta JKN.
"Cakupan kepesertaan yang luas tersebut perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI yang memiliki peran strategis sebagai penyedia layanan kesehatan. Saat ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.517 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan 3.182 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 577 klinik pratama TNI yang berperan sebagai FKTP serta 120 rumah sakit dan klinik utama TNI yang menjadi bagian dari FKRTL mitra BPJS Kesehatan," kata Pujo.
