Jakarta, IDN Times – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menilai perdebatan soal film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" perlu dibaca secara lebih dewasa di tengah maraknya perang persepsi pada era propaganda modern.
Menurut Azis, propaganda masa kini tidak lagi hadir dalam bentuk kasar seperti slogan atau orasi kebencian. Narasi itu kini muncul melalui dokumenter, media sosial, hingga potongan visual emosional yang perlahan membentuk cara pandang publik terhadap negara.
“Di zaman ini, sebuah bangsa tidak selalu dihancurkan terlebih dahulu dengan peluru. Kadang ia dilemahkan lebih dulu melalui persepsi, melalui gambar, melalui emosi, melalui narasi yang perlahan mengubah cara masyarakat melihat negaranya sendiri,” ujar Azis dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Ia mengatakan, ruang digital kini telah berubah menjadi arena perebutan kesadaran publik yang sangat menentukan arah opini masyarakat.
