Jakarta, IDN Times - Sebanyak 19 lembaga peneliti kebijakan publik dan masyarakat sipil melalui forum Indonesia Solar Economy Dialogue (ISED) menyampaikan lima rekomendasi utama, terkait program 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Gerakan ini diinisiasi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Adapun program 100 GW PLTS merupakan salah satu cara untuk mencapai target Presiden Prabowo Subianto, terkait target 100 persen energi terbarukan pada 2035.
Climate Program Manager FPCI, Kiara Putri Mulia, mengatakan sejalan dengan agenda nasional era Prabowo, pengembangan 100 GW PLTS merupakan instrumen strategis memperkuat ketahanan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkokoh kemandirian dan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pengembangan energi surya menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga energi, dan percepatan transisi energi global.
"Dunia tengah memasuki fase clean energy boom, di mana investasi energi bersih secara konsisten melampaui investasi energi fosil," kata dia dalam acara bertajuk "Rekomendasi Kebijakan, Regulasi, dan Implementasi Program 100 GW PLTS untuk Ketahanan dan Kemandirian Energi serta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia" di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
