Bogor, IDN Times – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Sebanyak 250 ribu penerima manfaat di Kota Bogor akan mendapatkan penyesuaian skema distribusi, guna menjaga kualitas gizi masyarakat.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) BGN Kota Bogor, Haidir, mengatakan terdapat perbedaan jadwal operasional pada awal Ramadan. Untuk kategori peserta didik atau anak sekolah, distribusi MBG akan diliburkan sementara pada 18-22 Februari 2026, dan mulai didistribusikan kembali secara serentak pada Senin, 23 Februari 2026.
Sementara, kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (3B) tetap mendapatkan layanan penuh tanpa jeda.
"Untuk kelompok 3B tetap ada distribusi pada 18-22 Februari, dan berlanjut selama Ramadan melalui titik kumpul yang disepakati," kata Haidir.
Libur Sementara, BGN Bogor Pastikan MBG Berlanjut Selama Ramadan 2026

1. Skema paket bundling dan penggunaan dua warna tote bag
Haidir menjelaskan menyesuaikan dengan masa libur sekolah dan Lebaran, BGN menerapkan sistem Paket Bundling dan Take-Away.
Khusus untuk periode Idul Fitri (18-24 Maret 2026), distribusi harian ditiadakan. Sebagai gantinya, pada 17 Maret 2026, penerima akan mendapatkan satu paket makanan segar ditambah tiga paket bundling sekaligus.
Untuk menjaga kedisiplinan distribusi, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyediakan dua buah tote bag dengan warna berbeda.
Penerima manfaat wajib membawa kembali kantong yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat mendapatkan paket berikutnya.
2. Standar menu Ramadan, bebas menu pedas dan cepat basi
Berdasarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026, Badan Gizi Nasional menginstruksikan SPPG untuk menyajikan menu yang aman secara ketahanan pangan. Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta kurma.
"Dalam penetapan menu selama Ramadan, kami tidak menganjurkan penggunaan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, atau berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan," kata Haidir.
3. Operasional 100 SPPG untuk 250 ribu penerima di Kota Bogor
Haidir menyebut, hingga saat ini, tercatat sudah ada 100 SPPG yang telah beroperasi di wilayah Kota Bogor untuk melayani sekitar 250.000 penerima manfaat.
Meski distribusi lapangan mengalami penyesuaian jadwal, tim operasional SPPG dipastikan tetap bekerja untuk pemeliharaan fasilitas dan edukasi gizi.
Haidir menambahkan relawan yang bertugas pada hari libur nasional dan cuti bersama akan mendapatkan hak keuangan kumulatif sebesar 200 persen sebagai kompensasi lembur, guna menjamin keberlangsungan layanan MBG di Kota Bogor.