Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebohongan Ratna Sarumpaet Terungkap, Ini 5 Drama Terheboh yang Direka
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jakarta, IDN Times - Dalam hidup, ada saja orang yang suka membuat drama agar menarik perhatian orang lain. Namun, drama yang dibuat sering kali direkayasa hingga membuat publik justru tidak bersimpati. Sebut saja drama yang baru-baru ini dibuat anggota tim pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 02, Ratna Sarumpaet

Dalam konferensi pers Rabu (3/10), Ratna mengakui dirinya sudah berbohong kepada publik perihal penganiayaan yang dialaminya di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/9) lalu. 

Pengakuan itu bermula dari tindakan polisi yang menyelidiki kasus Ratna dengan mengecek ke-23 rumah sakit di Bandung, tapi hasilnya tidak menemukan Ratna menjalani perawatan di rumah sakit. Nama Ratna juga tidak pernah ada di dalam daftar penerbangan pada (21/9) lalu. 

"Tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal yang entah diberikan setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu," ungkap Ratna ketika memberikan keterangan pers. 

Publik pun dibuat terkejut dengan pengakuan Ratna. Apalagi, ia mengaku wajah lebamnya yang sempat beredar di media sosial hanya akibat sedot lemak di sekitar kedua matanya. Warganet pun mengolok-olok Ratna.

Namun, drama Ratna bukan satu-satunya yang membuat publik terhenyak. Ada pula empat drama lain yang sempat membuat heboh, tetapi terbukti hanya rekayasa. 

1. Drama Setya Novanto menabrak tiang lampu jalan

IDN Times/Istimewa

Menyebut nama Setya Novanto, maka tidak bisa dipisahkan dari drama 'tiang listrik'. Sejak ia ditetapkan sebagai tersangka kasus mega korupsi KTP Elektronik hingga pembacaan dakwaan, hampir semua tak luput dari drama.

Drama ini terjadi dengan merekayasa Novanto mengalami kecelakaan di Permata Hijau, Jakarta Barat, pada 15 November 2017. Mobil yang dikendarai wartawan lepas Metro TV, Hilman Mattauch menabrak tiang lampu jalan di area tersebut. 

Menurut pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, ketika itu kliennya tengah menuju ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyerahkan diri, setelah beberapa hari sebelumnya ia menjadi buronan lembaga antirasuah. 

Publik mulai menyadari ada yang tidak beres dengan kecelakaan itu, di mana Novanto mengenakan berbagai peralatan medis. Ada yang menyebut lokasi perbannya berubah posisi, ada pula yang menyebut Novanto dalam kondisi yang baik-baik saja, lantaran tidak ada luka serius. 

Airbag di dalam mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi mantan Ketua DPR itu juga tidak mengembang. Pertanda, mobil menabrak tiang lampu tidak dalam kecepatan tinggi.

Meskipun Polda Metro Jaya menyimpulkan sebagai kecelakaan, namun fakta-fakta di persidangan membuktikan kecelakaan tersebut sesuatu yang direkayasa. Hal itu terungkap dari kesaksian dokter yang merawat Novanto, dr Bimanesh Sutarjo, yang diminta pengacara Novanto agar memberikan diagnosia mengalami kecelakaan. 

"Dok, diganti (diagnosa) jadi kecelakaan ya," ujar Bimanesh menirukan kalimat Fredrich di telepon soal alasan kliennya dirawat, saat bersaksi di pendadilan. 

Akibat Novanto menjalani perawatan di rumah sakit, penyidik KPK tidak bisa memboyong mantan Ketua Umum Partai Golkar itu ditahan di balik bui. Namun, rekayasa ini akhirnya terbongkar di pendadilan, hingga Novanto bersama pengacara dan sang dokter mendekam di penjara.

2. Drama Novanto sakit diare saat pembacaan dakwaan di pengadilan

(Setya Novanto saat persidangan e-KTP) Istimewa

Drama lainnya yang sempat dikarang Novanto, yakni ketika ia menghadapi sidang pembacaan dakwaan. Berniat menunda pembacaan dakwaan hingga putusan gugatan praperadilannya dibacakan, Novanto kemudian berpura-pura sakit diare dan bolak-balik ke toilet. 

Di hadapan majelis hakim, Novanto mengaku sehari sebelum persidangan 20 kali bolak-balik ke toilet. Namun, hal itu dibantah oleh jaksa penuntut umum, Irene Putri. 

"Terdakwa mengeluhkan diare sebanyak 20 kali. Tapi menurut penjaga rutan, terdakwa hanya dua kali ke toilet. Semalam pun sehari sebelum menghadiri sidang, terdakwa tidur nyenyak dari pukul 20:00 - 05:00 WIB," ujar Irene di hadapan majelis hakim dalam sidang pada 13 Desember 2017. 

Irene pun meminta kepada majelis hakim agar tetap melanjutkan persidangan dan surat dakwaan tetap dibacakan. Setelah berusaha meloloskan diri dari bui gagal, Novanto akhirnya mengikuti persiadangan lebih kooperatif. Bahkan, ia sanggup menjalani sesi sidang korupsi KTP Elektronik dari pagi hingga malam hari. 

3. Drama luka 'bakpao' dan pemesanan rumah sakit

IDN Times/Linda Juliawanti

Lagi-lagi, sulit tidak mengaitkan Novanto dengan drama dalam kasus e-KTP. Bahkan, mantan pengacaranya, Fredrich Yunadi, juga ikut-ikutan memainkan drama. Drama itu dimulai dengan pernyataanya soal kondisi Novanto. 

Fredrich menyebut luka benjol yang dialami Novanto akibat kecelakaan tiang lampu sangat besar. Ukurannya sebesar bakpao. 

"Kondisi mobil bapak itu hancur.. cur.. cur.. dan luka benjolannya itu ada di dahi sebesar bakpao," klaim Fredrich di RS Medika Permata Hijau tahun lalu.

Gara-gara ucapannya itu, Fredrich dikenal sebagai pengacara 'bakpao. Namun, ia tidak menyukai tudingan itu. Dia pun ditahan KPK karena terbukti menghalangi penyidik menahan mantan kliennya itu.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis tujuh tahun kepada Fredrich, lantaran terbukti menghalangi Novanto dibawa ke KPK. Caranya, Fredrich membuat skenario kecelakaan dan sudah memesan satu lantai ruang perawatan di RS Medika Permata Hijau.

4. Drama pengeroyokan Young Lex oleh K-Popers

Instagram.com/young_lex18

Youtuber Young Lex sempat menjadi sorotan, gara-gara mengaku dipukuli fans girlband asal Korea Selatan, Blackpink usai mengikuti fanmeet pada Agustus lalu di sebuah pusat perbelanjaan.

Foto dia yang terlihat babak belur, kemudian diunggah ke media sosial. Namun, belakangan, Young Lex mengaku kalau foto dan klaimnya tersebut sekadar prank belaka. Ia menyebut wajahnya sengaja dipoles dan sengaja disebarluaskan sebagai informasi hoaks. 

"Pesannya adalah jangan gampang percaya sama apa pun yang ada di sosial media atau media mana pun. Berita yang muncul di-filter dulu. Kalau ada yang udah mem-filter ternyata tahu make up, nice. Berarti pesen gue tersampaikan," ujar rapper kondang itu.

Ulah Young Lex itu pun menuai kritik, terutama dari penggemar Blackpink. Namun, penabuh drum band Superman Is Dead (SID), Jerinx ikut berkomentar. 

"Dipukulin K-poppers aja drama-nya segitu, apalagi ngelawan TW (Tommy Winata). Saya tahu siapa bodyguard mu, dia cuma kacung di Bali. Kunyah habis koleksi suprim mu, sat. Gak terima? Email saya: info@xrmblx.co#rebelkelaskrupuk," kicau akun @JRX_SID.

5. Kisah Nining yang sengaja berpura-pura meninggal agar terhindar dari hutang

Unsplash/nikkotations

Kisah lain yang sempat menghebohkan datang dari Sukabumi, Jawa Barat, pada Juli 2018. Seorang perempuan bernama Nining tiba-tiba kembali ke keluarganya usai ia disebut-sebut tewas akibat tenggelam di Pelabuhan Ratu 1,5 tahun lalu. Kisah mistis pun menyeruak.

Pihak keluarga wanita 53 tahun itu sempat mengatakan mereka bermimpi. Di dalam mimpinya itu, keluarga menyebut Nining sempat meminta agar dijemput.

Polisi pun akhirnya turun tangan dan menemukan fakta Nining tidak pernah benar-benar tenggelam akibat tergulung ombak di Pelabuhan Ratu. Nining mengaku sengaja berpura-pura meninggal demi menghindari utang. 

Kapolres Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo menyebutkan pihaknya sudah memeriksa sembilan saksi. Salah satunya adalah adik Nining yang berinisial D. 

"Dari keterangannya terungkap, Nining tidak tenggelam di laut, tetapi sengaja pergi pada saat berekreasi di pantai Pelabuhan Ratu," ujar Susatyo. 

Nining juga sempat bercerita soal utangnya di sebuah bank. Setelah itu, Nining pun merencanakan sebuah skenario dengan seseorang untuk menghilang agar terhindar dari utangnya.

Semoga drama-drama ini menjadi pelajaran buat kita ya guys.

IDN Times/Sukma Shakti

Editorial Team