Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Longsor Landa Sejumlah Wilayah di Bogor, Ada Korban Luka dan Warga Mengungsi
Ilustrasi tanah longsor (ANTARA FOTO/Amil Zakat Nurul Hayat)
  • Hujan deras sejak 3–4 Mei 2026 memicu tanah longsor dan bencana hidrometeorologi di Bogor, menyebabkan kerusakan rumah serta memaksa sejumlah keluarga mengungsi.
  • BPBD mencatat 12 kejadian bencana, mayoritas longsor di berbagai kecamatan, dengan beberapa korban luka dan puluhan rumah terdampak banjir serta jebolnya tembok penahan tanah.
  • Tim gabungan melakukan pembersihan material dan menyalurkan bantuan logistik, sementara BPBD mengimbau warga di daerah rawan untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3–4 Mei 2026

Hujan lebat mengguyur wilayah Bogor sejak Minggu hingga Senin, memicu tanah longsor dan bencana hidrometeorologi di berbagai kecamatan. Sejumlah rumah rusak dan beberapa keluarga mengungsi.

4 Mei 2026

BPBD Kota Bogor mencatat 12 kejadian bencana, mayoritas berupa tanah longsor. Kepala Pelaksana BPBD Dimas Tiko Prahadisasongko menyebut curah hujan tinggi sebagai pemicu utama disertai kondisi tanah labil dan erosi bantaran sungai.

kini

BPBD bersama unsur gabungan melakukan asesmen, pembersihan material longsor, dan penyaluran bantuan logistik. Warga diimbau tetap waspada karena potensi hujan intens masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Hujan deras berkepanjangan di wilayah Bogor menyebabkan serangkaian bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor, banjir lintasan, dan kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan.
  • Who?
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bersama tim gabungan menangani dampak bencana; sejumlah warga menjadi korban luka dan pengungsi akibat longsor serta genangan air.
  • Where?
    Bencana terjadi di berbagai wilayah Kota Bogor, antara lain Kelurahan Sukasari, Pasir Kuda, Ranggamekar, Mulyaharja, dan Tanah Baru yang mengalami longsor maupun banjir lintasan.
  • When?
    Peristiwa berlangsung sejak Minggu 3 Mei 2026 hingga Senin 4 Mei 2026 saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bogor secara terus-menerus.
  • Why?
    Pemicu utama bencana adalah curah hujan tinggi yang disertai kondisi tanah labil serta erosi di bantaran sungai yang memperparah risiko pergerakan tanah dan genangan air.
  • How?
    BPBD melakukan asesmen lapangan, pembersihan material longsor, menyalurkan bantuan logistik seperti terpal kepada warga terdampak, serta mengimbau peningkatan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hujan besar turun lama sekali di Bogor. Tanah jadi lembek dan longsor di banyak tempat. Banyak rumah rusak dan orang-orang harus pergi dari rumahnya supaya aman. Ada yang luka juga. Petugas BPBD datang bantu bersihin tanah dan kasih tenda buat warga. Sekarang orang-orang disuruh hati-hati karena hujan bisa datang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah bencana beruntun akibat hujan lebat di Bogor, upaya cepat BPBD dan unsur gabungan menunjukkan kesiapsiagaan yang kuat. Penyaluran bantuan logistik serta pembersihan material longsor dilakukan segera, menandakan koordinasi yang efektif. Imbauan kewaspadaan juga mencerminkan perhatian serius terhadap keselamatan warga di wilayah rawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bogor, Jawa Barat memicu terjadinya tanah longsor dan juga bencana hidrometeorologi lainnya di wilayah tersebut.

Peristiwa yang terjadi sejak Minggu (3/5/2026) hingga Senin (4/5/2026) itu menyebabkan kerusakan rumah warga, hingga memaksa sejumlah keluarga mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat, sedikitnya 12 kejadian bencana, yang mayoritas berupa tanah longsor di berbagai wilayah. Kondisi tanah yang labil serta erosi di bantaran sungai memperparah dampak hujan deras tersebut.

1. Curah hujan tinggi jadi pemicu utama

Ilustrasi hujan (IDN Times/Ayu Afria)

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko menyebut, intensitas hujan tinggi sebagai faktor dominan yang memicu bencana di sejumlah titik.

“Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama, ditambah kondisi tanah yang labil serta erosi di bantaran sungai,” ujar Dimas dilansir ANTARA, Senin.

Kombinasi faktor cuaca dan kondisi geografis ini meningkatkan risiko longsor, terutama di kawasan perbukitan dan daerah aliran sungai yang rentan pergerakan tanah.

2. Longsor meluas, warga terluka dan mengungsi

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Sejumlah peristiwa longsor dilaporkan terjadi di berbagai kecamatan. Di Kelurahan Sukasari, Bogor Timur, longsoran setinggi sekitar 30 meter berdampak pada lima rumah warga dan menyebabkan satu orang mengalami luka di bagian kepala dan punggung.

Peristiwa serupa juga terjadi di Pasir Kuda, Bogor Barat, yang memaksa penghuni rumah mengungsi ke tempat kerabat akibat kekhawatiran longsor susulan.

Di wilayah Ranggamekar, Bogor Selatan, longsor susulan merusak sebagian besar rumah warga dan mengakibatkan satu korban luka ringan.

Selain longsor, banjir lintasan juga terjadi di Kelurahan Mulyaharja yang berdampak pada tiga kepala keluarga setelah air masuk ke rumah dan sebuah ruko. Sementara di Tanah Baru, Bogor Utara, jebolnya tembok penahan tanah menyebabkan genangan air hingga sekitar 50 sentimeter di puluhan rumah.

3. Penanganan darurat dan imbauan kewaspadaan

Ilustrasi hujan deras, IDN Times/istimewa

BPBD Kota Bogor bersama unsur gabungan telah melakukan asesmen, pembersihan material longsor, serta penanganan darurat di lokasi terdampak. Bantuan logistik seperti terpal juga telah disalurkan kepada warga.

Namun demikian, sejumlah rumah masih dinyatakan tidak layak huni karena berpotensi terdampak longsor susulan.

“Beberapa rumah masih belum bisa dihuni karena berpotensi terjadi longsor susulan,” tambah Dimas.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko bencana susulan tetap perlu diantisipasi.

Editorial Team