Rizieq Shihab beserta keluarga tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). HRS beserta keluarga kembali ke tanah air setelah berada di Arab Saudi selama tiga tahun. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Sebelumnya terjadi bentrokan antara anggota kepolisian Polda Metro Jaya dan laskar FPI yang tengah mengawal Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin, 7 Desember 2020.
Menurut keterangan, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, kejadian ini bermula dari adanya informasi pengerahan massa pada saat proses pemeriksaan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya pada Senin, 7 Desember 2020.
Polisi melakukan penyidikan dan membuntuti kendaraan yang diduga sebagai pengikut Rizieq. Namun, kendaraan petugas malah dihalangi.
"Tadi pagi sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta Cikampek, KM 50 telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini, jam 10.00 WIB," ujarnya di Polda Metro Jaya.
Kemudian polisi menemukan dua mobil yang dirasa mencurigakan dan ditumpangi oleh 10 orang pengikut Rizieq.
Mobil itu lalu memepet dan menabrak mobil polisi. Karena merasa terancam, polisi akhirnya menembak dan Kemudian enam laskar khusus pengawal Rizieq meninggal dunia sedangkan empat lainnya melarikan diri.
Sedangkan, klaim yang berbebeda terlontar dari pihak FPI. Mereka mengatakan tidak mengerahkan massa ke Polda Metro Jaya dan mobil yang dibuntuti polisi disebut sebagai rombongan iring-iringan laskar khusus pengawal Rizieq yang menuju agenda pengajian.
Juru Bicara FPI Munarman bahkan menegaskan bahwa laskar FPI tidak pernah membawa senjata apapun ketika melakukan pengawalan.
"Tidak benar, fitnah itu. Tidak pernah laskar memiliki senjata api,” ujarnya kepada IDN Times, Senin (7/12/2020).