Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus melakukan percepatan transformasi digital jelang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Langkah terbaru yang diambil adalah mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan Platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Integrasi sistem lintas negara ini bertujuan untuk menyelaraskan sekaligus memvalidasi data jemaah haji Indonesia secara real-time dengan sistem resmi Pemerintah Arab Saudi.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenhaj RI, Farosa, membenarkan bahwa sistem tersebut kini telah terhubung dan siap beroperasi penuh. Menurutnya, langkah ini sangat krusial untuk meningkatkan akurasi data, memperkuat keamanan siber, dan memangkas birokrasi layanan.
"Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi. Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan," ungkap Farosa saat ditemui di Kantor Kemenhaj Pusat, Jakarta, Jumat (13/02/2026).
