Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah haji asal Indonesia saat menerima pembagian kartu nusuk. (Media Center Haji)
Jemaah haji asal Indonesia saat menerima pembagian kartu nusuk. (Media Center Haji)

Intinya sih...

  • Integrasi SISKOHAT dan Nusuk Arab Saudi dimulai sejak 2025

  • Kemenhaj jamin keamanan data jemaah dengan sistem otomatis

  • Rencana ekspansi layanan digital untuk mempermudah proses haji dan umrah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus melakukan percepatan transformasi digital jelang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Langkah terbaru yang diambil adalah mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan Platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Integrasi sistem lintas negara ini bertujuan untuk menyelaraskan sekaligus memvalidasi data jemaah haji Indonesia secara real-time dengan sistem resmi Pemerintah Arab Saudi.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenhaj RI, Farosa, membenarkan bahwa sistem tersebut kini telah terhubung dan siap beroperasi penuh. Menurutnya, langkah ini sangat krusial untuk meningkatkan akurasi data, memperkuat keamanan siber, dan memangkas birokrasi layanan.

"Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi. Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan," ungkap Farosa saat ditemui di Kantor Kemenhaj Pusat, Jakarta, Jumat (13/02/2026).

1. Dirintis sejak 2025

Pihak syarikah saat membagikan kartu Nusuk kepada jemaah haji asal Indonesia di hotel Madinah, Arab Saudi, Jumat (16/5/2025). (Media Center Haji/Rochmanudin)

Proses "perkawinan" dua sistem raksasa ini tidak terjadi dalam semalam. Farosa menjelaskan bahwa penjajakan teknis, pemetaan kebutuhan, hingga evaluasi keamanan siber telah dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2025.

Fondasi integrasi ini awalnya dirintis pada masa kepemimpinan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi sebelumnya, Moch. Hasan Affandi. Ia merupakan sosok yang mendorong penguatan tata kelola data haji nasional agar sejajar dengan platform layanan Arab Saudi.

Setelah melewati serangkaian tahapan ketat—mulai dari pemenuhan syarat keamanan data, pertukaran sertifikat sistem, hingga uji koneksi—SISKOHAT dan Nusuk akhirnya terhubung secara aman pada Januari 2026.

Keberhasilan teknis ini juga tidak lepas dari peran Ali, selaku Penanggung Jawab Teknis integrasi. Ali bertugas memastikan pengembangan, pengujian, serta stabilitas koneksi pertukaran data berjalan sesuai standar keandalan layanan digital internasional.

2. Kemenhaj jamin keamanan data jemaah

Petugas syarikah saat membagikan kartu nusuk kepada jemaah haji asal Indonesia. (Media Center Haji)

Terkait kekhawatiran mengenai kebocoran data, Farosa memberikan jaminan. Ia menegaskan bahwa pengembangan sistem ini mengedepankan prinsip perlindungan data dan keamanan siber nasional tingkat tinggi.

"Pengamanan sistem dilakukan dengan memastikan data hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang, terlindungi selama proses pengiriman, serta tercatat secara akuntabel. Hal ini penting untuk menjaga keamanan data jemaah," tegas Farosa.

Saat ini, integrasi otomatis tersebut sudah langsung dirasakan manfaatnya pada proses pembuatan visa. Data jemaah dikirim langsung dari SISKOHAT ke Nusuk tanpa campur tangan proses manual, membuat alur layanan jauh lebih cepat dan terukur.

3. Rencana ekspansi layanan digital

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji RI, Farosa. Dok. Media Center Haji

Ke depan, Kemenhaj RI tidak akan berhenti pada urusan visa. Ekosistem data yang andal ini akan terus diperluas cakupannya untuk mempermudah berbagai tahapan krusial lainnya seperti pengelompokan dan pemaketan jemaah (kloter/rombongan), persiapan kedatangan dan penerimaan jemaah di Arab Saudi dan manajemen kepulangan jemaah ke Tanah Air.

Selain itu perpaduan dua sistem ini akan mempermudah pengelolaan kontrak layanan akomodasi dan transportasi dan ekspansi integrasi untuk layanan ibadah Umrah.

"Integrasi ini menjadi fondasi pengembangan layanan digital haji ke depan, agar seluruh tahapan layanan terhubung dalam satu ekosistem yang berkelanjutan," pungkas Farosa.

Editorial Team