Comscore Tracker

Berkepala Plontos, Penikam Syekh Ali Jaber Peragakan 17 Reka Adegan

Alfin Andrian tidur di rumah kakeknya sebelum menusuk

Bandar Lampung, IDN Times - Polresta Bandar Lampung menggelar rekonstruksi kasus penusukan pendakwah Syekh Ali Jaber, dengan menghadirkan tersangka Alfin Andrian, Kamis (17/9/2020).

Rekonstruksi digelar di rumah tersangka dan Masjid Falahuddin, di Jalan Tamin Nomor 45, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung. Sedangkan korban, Syekh Ali Jaber untuk reka adegan diwakilkan penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Aryad mengatakan, ada 17 reka adegan yang dilakukan tersangka saat rekonstruksi. Rekonstruksi pertama di rumah, tersangka melakukan enam adegan. Sisa adegan dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Masjid Falahuddin.

1. Reka adegan dilakukan sesuai keterangan BAP tersangka

Berkepala Plontos, Penikam Syekh Ali Jaber Peragakan 17 Reka AdeganKabid Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Aryad memberikan keterangan kepada awak media pasca rekonstruksi, Kamis (17/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)

Pandra mengatakan sebanyak 17 reka adegan rekonstruksi berdasarkan keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka, dari mulai kejadian hingga penetapan status sebagai tersangka. Rekonstruksi juga disaksikan penyidik dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Bandar Lampung.

Terkait adanya fakta baru pasca-rekonstruksi, Pandra mengatakan, kegiatan rekonstruksi sesuai dengan BAP. “Ini sesuai fakta hukum yang terjadi di lapangan dan apa yang dilakukan oleh AA (Alfin Andrian)," ujar dia.

Pandra menyebutkan penyidik juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada JPU Kejari Bandar Lampung.

“JPU akan kawal kasus ini mulai proses penyidikan sampai proses penuntutan. Semua tahapan kami lakukan ini berdasarkan scientific crime investigation,” kata dia.

Baca Juga: Minta Maaf, Keluarga Penikam Syekh Ali Jaber Ungkap Riwayat Kejiwaan

2. Tersangka seragam tahanan dan kepala plontos

Berkepala Plontos, Penikam Syekh Ali Jaber Peragakan 17 Reka AdeganTersangka Penusukan Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian (IDN Times/Martin L Tobing)

Sementara, tersangka Alfin tiba di lokasi konstruksi menumpang kendaraan taktis Brimob Polda Lampung. Terlihat personel Brimob bersenjata laras panjang mengawal pemuda 24 tahun itu yang mengenakan seragam tahanan warna oranye serta kepala plontos. 

Reka adegan konstruksi di lokasi pertama dilakukan penyidik dan disaksikan JPU Kejari Bandar Lampung di rumah kakek tersangka. Ada enam reka adegan dilakukan, di antaranya tersangka memeragakan adegan bangun tidur pukul 11.00 WIB saat kejadian penusukan, Minggu, 13 September 2020, di lantai dua rumah dan tersangka menuju ke kamar mandi. 

Selanjutnya sekitar pukul 11.30 WIB, tersangka melakukan reka adegan di Masjid Jalaluddin tempat tersangka menusuk Syekh Ali Jaber. Reka adegan di masjid mendapat pengawalan ketat personel kepolisian.

Reka adegan mulai dari kedatangan tersangka di masjid, lalu berdiri di sisi kiri gerbang masjid. Reka adegan juga menampilkan saat tersangka berlari menuju panggung dan menusuk Syekh Ali Jaber. Reka adegan korban diwakili personel polisi.

Ditampilkan juga adegan saat tersangka ditangkap pengurus masjid dan diamankan dari amukan massa di salah satu ruangan masjid.

3. Keluarga tersangka menyampaikan permohonan maaf

Berkepala Plontos, Penikam Syekh Ali Jaber Peragakan 17 Reka AdeganKeluarga Alfin Andrian (24), tersangka penusukan Syekh Ali Jaber menyampaikan permintaan maaf.

Sementara, keluarga tersangka Alfin Andrian menyampaikan permintaan maaf melalui video berdurasi 1 menit 17 detik yang diunggah di akun YouTube Ahlunazar 96, Rabu, 16 September 2020 sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam video itu ada tiga wanita dan tiga pria.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya selaku pamannya Alfin, serta ayahnya Alfin, M Rudi, serta keluarga besar memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Syekh Ali Jaber serta keluarganya, serta seluruh ulama-ulama besar di Indonesia, dan umat muslim di dunia. Atas penusukan Syeh Ali Jaber cepat diberikan kesehatan, serta melakukan aktivitasnya seperti sedia kala," ujar pria berpeci hitam yang menyebut dirinya sebagai paman pelaku.

Dalam video itu, pria tersebut mengklaim tersangka pernah memiliki riwayat kejiwaan dan berobat di satu klinik pada 2016, karena depresi.

"Sekali lagi kami memohon maaf kepad Syeh Ali Jaber dan seluruh ulama-ulama Indonesia dengan sebesar-besarnya, semoga Allah SWT selalu menjaga ulama kita di mana pun mereka berada, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata sang paman.

4. Tersangka terancam hukuman maksimal mati atau seumur hidup

Berkepala Plontos, Penikam Syekh Ali Jaber Peragakan 17 Reka AdeganTersangka Alfin Andrian melakukan reka adegan saat rekonstruksi penusukan Syekh Ali Jaber, Kamis (17/9/2020). (IDN TImes/Martin L Tobing).

Dari hasil gelar perkara, tersangka Alfin Andrian dijerat Pasal 340 jo 53 KUHP, tentang Percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup selama waktu tertentu atau 20 tahun.

Selanjutnya, Pasal 338 jo 53 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara dan subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP, jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana paling lama lima tahun.

Lalu, Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk yang dapat dikenai ancaman pidana paling lama 10 tahun.

"Dijerat pasal berlapis agar tidak ada celah hukum lagi bagi pelaku ini lepas dari jeratan hukum," ujar Kabid Humas Polda Lampung Zahwani Pandra Arsyad.

5. Tersangka melakukan penusukan atas inisiatif sendiri

Berkepala Plontos, Penikam Syekh Ali Jaber Peragakan 17 Reka AdeganTersangka Alfin Andrian melakukan reka adegan saat rekonstruksi penusukan Syekh Ali Jaber, Kamis (17/9/2020). (IDN TImes/Martin L Tobing).

Polda Lampung sudah memeriksa 15 saksi terkait kasus ini. Keterangan 15 saksi ini guna melengkapi berkas agar segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pandra mengatakan dari hasil pemeriksaan saksi, tersangka tidak mengalami gangguan jiwa. Itu karena tersangka secara sadar mampu menjawab pertanyaan dari psikiater.

“Berdasarkan pemeriksaan, tersangka melakukan penusukan karena gelisah atas dakwah yang disampaikan Syekh Ali Jaber. Tersangka ini mengaku jika suara dakwah yang berlangsung itu membuatnya gelisah dan langsung melakukan tindakan (penusukan)," ujar Pandra sapaan akrab pria ini, Kamis (17/9/2020).

Ia menambahkan, tersangka melakukan penusukan tanpa disuruh orang lain. "Tidak ada disuruh oleh pihak lain dan memang tergerak sendiri," tegasnya.

Baca Juga: Mahfud: Penusuk Syekh Ali Jaber Gangguan Jiwa Atau Tidak Tetap Diadili

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya