Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat diwawancara sebelum bertolak ke Mesir pada Minggu (18/1/2026) (dok. Kementrian Agama)
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat diwawancara sebelum bertolak ke Mesir pada Minggu (18/1/2026) (dok. Kementrian Agama)

Intinya sih...

  • Sejumlah negara turut mendukung pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia

  • Inisiatif pembukaan cabang ini disebut Nasaruddin telah mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengunjungi Mesir pada Minggu (18/1/2026). Kunjungan ini dinilai sebagai kerja sama strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam bagi mahasiswa Asia Tenggara.

Dalam agendanya, Nasaruddin akan menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang kemungkinan kerja sama dengan Al-Azhar Kairo untuk membuka cabang di Indonesia.

“Kami juga akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,” ujar Nasaruddin sebelum keberangkatan, dikutip dari keterangan pers.

1. Sejumlah negara turut mendukung pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Ustaz Adi Hidayat bersama sejumlah perwakilan dari Universitas Al Azhar Kairo di Ruang Majelis, lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/3/2025). (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)

Inisiatif pembukaan cabang ini disebut Nasaruddin telah mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania. Skema ini dinilai dapat membantu Al-Azhar menghadapi beban pendidikan yang semakin besar.

Menag menyatakan, Mesir saat ini mengalami kelebihan beban, selain menanggung pengungsi dalam jumlah besar, jumlah mahasiswa internasional juga meningkat sementara beban ekonominya berat.

2. Solusi bagi mahasiswa Asia Tenggara

ilustrasi belajar (unsplash.com/lilartsy)

Pembukaan cabang di Indonesia dinilai sebagai solusi efektif agar mahasiswa Asia Tenggara tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Mesir. Dengan demikian, proses belajar dapat dilakukan di Indonesia.

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” kata Nasaruddin.

3. Skema dan harapan penguatan posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global

ilustrasi belajar (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Selain itu, skema kerja sama yang akan dibahas mencakup kemungkinan pemberian gelar ganda, fakultas bersama, maupun model pendidikan langsung dengan pengajar dari Al-Azhar. Pembahasan ini merupakan agenda utama dalam kunjungan Menag.

Nasaruddin berharap, langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global. Hal ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan diplomasi pendidikan Indonesia di kancah internasional.

Editorial Team