Seorang wartawan memvideo bagian lobi Kantor BPJS Kesehatan Kanwil Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Menhan juga berharap penguatan akses layanan dapat diperluas hingga tingkat desa, misalnya melalui keberadaan kanal BPJS Kesehatan pada Koperasi Desa Merah Putih yang dapat bekerja sama dengan klinik maupun apotek Desa Merah Putih. Menurutnya, pendekatan ini dapat mendekatkan layanan administrasi dan informasi Program JKN kepada masyarakat desa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan implementasi Program JKN, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) milik TNI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Lembaga Farmasi (LAFI) di bawah Kemhan juga siap mendukung produksi dan penyediaan obat-obatan bagi peserta JKN.
“Kami memiliki jaringan faskes TNI dan kapasitas produksi farmasi yang dapat disinergikan untuk mendukung keberlanjutan program JKN,” tegasnya.
Sjafrie juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 150 Batalyon Teritorial Pembangunan yang secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 750 batalyon. Di dalam setiap batalyon terdapat kompi kesehatan yang berpotensi membantu memperluas akses layanan kesehatan maupun penyebarluasan informasi terkait Program JKN di seluruh Indonesia.