Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menhut Targetkan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat dalam 4 Tahun
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) Bentang Seblat, Bengkulu pada Jumat (11/12/2025). (Dok. Kemenhut)
  • Menhut Raja Juli Antoni menargetkan perluasan perhutanan sosial hingga 1,4 juta hektare dalam empat tahun, termasuk percepatan pengakuan hutan adat bagi masyarakat.
  • Program perhutanan sosial disebut efektif mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar hutan melalui akses legal serta pengelolaan berkelanjutan.
  • Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga kelestarian hutan melalui pendekatan inklusif dan kolaboratif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan, pemerintah terus memperluas akses perhutanan sosial, termasuk percepatan pengakuan hutan adat. Dia menargetkan ada 1,4 hektare hutan adat dalam empat tahun.

"Kami terus berkomitmen untuk terus memperbanyak akses perhutanan sosial, ada 8,3 juta, hutan adat kita akan eksekusi lebih banyak lagi, saya berkomitmen memberikan dalam 4 tahun ke depan ini 1,4 juta sekarang sudah 360 ribuan," kata Raja Juli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026).

"Kita sudah punya peta jalannya untuk mengeksekusi 1,4 juta hektare tersebut. Insyaallah kalau kita memiliki sumber data manusia yang cukup, sumber dana yang cukup kita akan alokasikan hutan adat ini lebih banyak ke masyarakat," ujar dia.

1. Perhutanan sosial dinilai sebagai metode efektif mengurangi kemiskinan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kunjungi Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2026). (Dok. Kemenhut)

Raja Juli menyampaikan hal itu dalam pembukaan workshop 'Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera' di Menara Peninsula, Jakarta. Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Giverin.

“Perhutanan sosial sebagai metode efektif dalam mengurangi kemiskinan. Terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan," kata dia.

2. Strategi pemerintah dalam mewujudkan hutan lestari

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) Bentang Seblat, Bengkulu pada Jumat (11/12/2025). (Dok. Kemenhut)

Raja Juli mengatakan, perhutanan sosial menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia menekankan keberhasilan menjaga hutan sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat.

"Peran masyarakat menjadi tidak akan terkalahkan dalam mengamankan hutan, pembelajaran dari berbagai penjuru dunia menunjukkan sekali lagi yang berhasil menjaga hutan adalah negara-negara yang mampu bekerja sama dengan masyarakat menjadikan hutan tidak berjarak dengan masyarakat," kata dia.

3. Masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai pihak yang dijauhkan dari hutan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (Dok. Kemenhut)

Raja Juli juga menyebut pendekatan yang inklusif membuat masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai pihak yang dijauhkan dari hutan, melainkan sebagai mitra utama negara.

"Masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk kepentingan hidup mereka, tapi secara bersamaan juga memiliki komitmen untuk terus menjaga hutan secara lestari," ujar dia.

Editorial Team