Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipakai untuk menangani bencana mencapai Rp60 triliun.
Hal tersebut disampaikan Prasetyo saat ditemui di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih Jilid II di kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
"Alokasi tambahan untuk bencana. Jadi begini, kalau berkenaan dengan masalah bencana kan sedang dihitung final dan diperkirakan kan akan mencapai angka Rp53 sampai kurang lebih Rp60 triliun dan itu sudah dianggarkan di APBN 2026," kata dia.
Anggaran bencana ini dibagi menjadi dua kebutuhan. Pertama, dana siap pakai itu yang dialokasikan ke BNPB. Dana ini dipakai sewaktu-waktu bilamana terjadi keadaan darurat atau keadaan bencana.
Kedua, anggaran bencana di luar dana siap pakai yang dipakai untuk proses pemulihan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi fasilitas umum.
"Kalau berkenaan dengan proses pemulihan, rehabilitasi, maupun rekonstruksi dan pemulihan kembali seluruh fasilitas-fasilitas umum, itu ada alokasi di luar dana siap pakai. Artinya ada alokasi dari APBN tersendiri," imbuh Prasetyo.
