Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mensos Dorong Pemutakhiran DTSEN Agar Bansos Tepat Sasaran
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat lebih tepat sasaran dan efektif.
  • Pemerintah Kabupaten Bekasi telah memulai proses pemutakhiran DTSEN dengan menyiapkan sumber daya manusia, operator data desa, serta perangkat pendukung seperti laptop untuk memperlancar pekerjaan di lapangan.
  • Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan operator SIKS-NG mendapat gaji Rp500 ribu per bulan dan tambahan fasilitas laptop guna mendukung akurasi data kesejahteraan masyarakat di setiap desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah penting agar bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan tepat sasaran. 

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Rabu (4/3/2026).

“Saya berharap dengan adanya data yang semakin akurat, data yang semakin real time, itu bisa membantu, bantuan-bantuan tidak hanya tepat sasaran, tapi lebih dari itu juga memberdayakan,” jelas Gus Ipul. 

1. Kualitas data jadi faktor penentu keberhasilan kebijakan pemerintah

IIustrasi penyaluran bansos di POS. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul juga menyampaikan, kualitas data menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan kebijakan pemerintah.

Jika data yang digunakan akurat, maka penyaluran bantuan sosial maupun program pemberdayaan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

"Pemutakhiran DTSEN merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4/2025 yang mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah untuk berkoordinasi dan berkolaborasi membantu BPS (Badan Pusat Statistik) melakukan pemutakhiran DTSEN," jelas Gus Ipul.

2. Bekasi sudah mulai lakukan pemutakhiran DTSEN

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (IDN Times/Imam Faishal)

Gus Ipul juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi telah memulai melakukan pemutakhiran DTSEN. Menurutnya, Pemkab Bekasi telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) hingga fasilitas kerja bagi operator data desa atau kelurahan.

“Bekasi telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pemutakhiran ini. Mulai dari SDM, operator data desa, atau perangkat seperti laptop yang menunjang kerja operator desa,” kata dia.  

3. Pemkab Bekasi siapkan gaji bagi operator

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menjelaskan, pihaknya akan memberikan tali asih atau gaji sebesar Rp500 ribu setiap bulan bagi operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

“Dia dapat Rp500 ribu per bulan dibayar per trimester, jadi per tiga bulan. Nanti akan kita tambahkan di triwulan tiga yaitu satu desa satu laptop,” kata Asep. 

Menurut Asep, perbedaan jumlah penduduk antar desa menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan data. Sebab, desa dengan jumlah penduduk besar kemungkinan akan mendapatkan tambahan operator data agar proses pemutakhiran lebih optimal.

Diketahui, hingga Januari 2026, DTSEN memuat 289.060.513 data individu. Seluruh data dikelompokkan dalam 10 desil kesejahteraan, mulai dari desil 1 kelompok prasejahtera hingga desil 10 kelompok sejahtera. 

Klasifikasi ini membantu pemerintah menetapkan prioritas secara lebih akurat, memastikan bantuan sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong kemandirian bagi kelompok yang telah berdaya.

Editorial Team