Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri PU Ungkap Rencana Bangun Bendungan di Taman Nasional Aceh-Sumut
Menteri PU, Dody Hanggodo (IDN Times/Khusnul Hasana)

Intinya sih...

  • Dody Hanggodo ungkap rencana pemerintah bangun dam di Taman Nasional Aceh-Sumut

  • DAM di Sumbar sudah ada, izin dari Kementerian Kehutanan sudah didapat

  • Fungsi DAM bisa mengurangi banjir di hilir, namun proyek membutuhkan anggaran tambahan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkap rencana pemerintah membangun proyek dam atau bendungan di lahan Taman Nasional yang ada di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut).

Dam merupakan semacam bendungan yang berfungsi sebagai struktur penghalang fisik yang dibangun untuk menahan, menampung, dan mengelola laju air, atau lumpur. Konstruksi ini biasanya juga dipakai untuk irigasi, pembangkit listrik (PLTA), pengendali banjir, maupun penyediaan air bersih.

1. DAM di Sumbar sudah ada

Rapat koordinasi pascabencana Sumatra di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dody menjelaskan, pascabencana di Sumut, Aceh, dan Sumatra Barat (Sumbar), pihaknya memahmi ketiga daerah tersebut membutuhkan adanya dam yang mampu menampung debit air. Berdasarkan penelusurannya, dam di Sumbar sebenarnya sudah ada.

"Kami baru tahu bahwa amat sangat diperlukan membangun dam, di tiga provinsi ini. Minimum di Aceh dan Sumut. Kalau di Sumbar memang, memang sudah ada, tapi itu lebih karena kan ada batu-batu yang turun dari puncak Gunung Marapi. Tapi kalau Aceh dan Sumut ini hampir belum, tidak ada dam," ucap dia, saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

2. Sudah mendapat izin dari Kementerian Kehutanan

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dody mengatakan, dam rencananya akan dibangun di lahan-lahan milik Taman Nasional di Aceh dan Sumut. Wacana ini sudah dibicarakan langsung dan disetujui Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni.

"Nah, Aceh dan Sumut ini rencananya dam-damnya akan banyak menggunakan lahan-lahan dari Taman Nasional. Kami sudah tadi, beberapa kali kesempatan sudah bicara dengan Pak Menhut, Pak Menhut, dan alhamdulillah beliau mengizinkan kami untuk apa, menyiapkan DAM di beberapa Taman Nasional," kata dia.

3. Fungsi DAM bisa mengurangi banjir di hilir

Rapat koordinasi pascabencana Sumatra di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dam itu berfungsi untuk menampung debit air di hulu sungai., sehingga apabila hujan deras terjadi di dataran tinggi, debit air bisa tertahan di hulu. Alhasil, bisa meminimalkan bencana di kawasan hilir. Namun, Dody tak memungkiri, proyek pembangunan dam membutuhkan anggaran tambahan.

"Jadi dam-dam ini fungsinya adalah manakala terjadi hujan lebat sekali di atas, di hulu-hulu Aceh maupun hulu Sumut seperti Gayo Lues dan sekitarnya itu, atau Tapteng (Tapanuli Tengah), Tapsel (Tapanuli Selatan) dan sekitarnya, air-air dan kayunya kalau pun masih ada, tidak turun sampai dengan Tamiang dan sekitarnya yang di hilir. Karena itu, kemudian anggaran agak sedikit meningkat dari awalnya Rp51 triliun menjadi Rp73 triliun," kata dia.

Editorial Team