Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
D06C895B-39A1-4B3B-84F2-39FA6822A0F5.jpeg
Sidang lanjutan perkara penipuan dan penggelapan oleh Melani Mecimapro di PN Jaksel, Senin (19/1/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Intinya sih...

  • Laporan konser TWICE selesai satu tahun setelah konser digelar.

  • Alasan keterlambatan laporan Mecimapro termasuk kematian ayah dari ibu Melani dan masalah pajak.

  • Mecimapro mengklaim rugi Rp23 miliar karena penjualan tiket tidak sesuai target.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bos Mecimapro, Fransiska Dwi Melani kembali menjalani sidang dalam kasus penggelapan dan penipuan pembiayaan konser TWICE sebesar Rp10 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Senin (19/1/2026). Sidang dengan nomor perkara 722/Pid.B/2025/PN JKT.SEL tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi meringankan dari pihak terdakwa Melani.

Terdapat empat orang yang duduk sebagai saksi dalam sidang tersebut. Mereka adalah karyawan PT Melania Citra Permata (MCP). Salah satu saksi, Lalita Sally yang merupakan staf administrasi PT MCP. Ia dicecar hakim soal pembuatan laporan keuangan dan kegiatan konser TWICE.

“Buat laporan konser itu biasanya kapan?” tanya hakim.

“15 hari sesudah konser digelar,” jawab Sally.

1. Laporan konser TWICE baru selesai satu tahun kemudian

Sidang lanjutan perkara penipuan dan penggelapan oleh Melani Mecimapro di PN Jaksel, Senin (19/1/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Hakim kemudian bertanya kapan konser TWICE digelar. Sally menyebut, 23 Desember 2023.

“Laporan konser TWICE kapan?” tanya hakim.

“September 2024,” jawab Sally.

“Satu tahun baru selesai?” timpa hakim.

“Iya,” kata Sally.

2. Alasan Mecimapro soal keterlambatan laporan

Sidang lanjutan perkara penipuan dan penggelapan oleh Melani Mecimapro di PN Jaksel, Senin (19/1/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Hakim kemudian meminta alasan laporan Mecimapro terkait konser TWICE ini begitu lama. Sally mengklaim pembuatan laporan terkendala beberapa hal.

“Ayah dari ibu melani meninghal dunia pada Februari 2024, invoice kargo terlambat kirim dari pihak Korea, serah terima rumput kita baru final di pertengahan Juni 2024. Serta persoalan pajak,” ujarnya.

Sally juga menjelaskan maksud serah terima rumput yaitu perhitungan rumput Jakarta International Stadium (JIS) yang rusak usai konser TWICE.

“Setelah kita konser, rumput JIS itu banyak yang rusak sehingga perlu perhitungan. Sedangkan di JIS itu baru pertama kali konser besar yakni TWICE karena belum ada ahli perhitingan rumput sehingga kita perlu bawa ahli dari luar. Jadi terlambat perhitungannya. Selesai perhitungan di Juni 2024,” ujar Sally.

3. Mecimapro klaim rugi Rp23 miliar dari konser TWICE

Bos Mecimapro, Fransiska Dwi Melani (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, Sally juga mengungkap  total biaya konser TWICE yang digelar pada pada 23–25 Desember 2023 di JIS itu mencapai Rp58 miliar. Ia mengklaim, konser TWICE itu memiliki target penonton sesuai kapasitas JIS yakni 35 ribu. Tiket dijual dengan harga Rp1,2 hingga Rp3,6 juta.

Namun, berdasarkan laporan Tiket.com hanya terjual 14.366 tiket.

“Tidak sesuai target, karena target 35 ribu sedangkan tiket terjual hanya 14.366 tiket,” ujar Sally.

Akibat tidak sesuai target, Mecimapro klaim merugi hingga Rp23 miliar. Hal itu tertera dalam laporan keuangan penyelenggaraan konser TWICE.

“Minus 23 miliar,” kata Sally.

Adapun uang yang diterima PT MCP dari PT MIB yakni Rp10 miliar. Uang tersebut digunakan untuk membayar artis TWICE Rp30 miliar.

“Karena tidak sesuai target kapasitas, untuk terlihat rapih, kita tutup kursi-kursi yang kosong dengan kain hitam,” ujar dia.

Editorial Team