Comscore Tracker

Kader Demokrat Sumsel Kena OTT KPK, Partai: Itu Risiko Kalau Korupsi

Sudah praktik klasik kepala daerah minta fee proyek

Palembang, IDN Times - Tertangkapnya Bupati Ahmad Yani oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat parpol berlambang mercy itu malu. Sebab, Ahmad kini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumatera Selatan. 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Selatan, Ishak Mekki menyayangkan tertangkapnya pria yang sempat menjadi anggota komisi II DPRD itu. Menurut Ishak, ia baru mendapat kejelasan mengenai adanya kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Selasa, (3/9) pagi.

"Tentunya saya selaku ketua Partai Demokrat Sumsel sangat prihatin mendengar kejadian ini," kata dia ketika dikonfirmasi pada hari ini. 

Lalu, apa betul soal suap lantaran pemberiaan fee sudah jadi praktik biasa di Sumsel? 

1. Tertangkap soal fee sudah jadi masalah klasik

Kader Demokrat Sumsel Kena OTT KPK, Partai: Itu Risiko Kalau KorupsiIDN/sidratulmuntaha

Ishak melanjutkan, kejadian atau kasus (suap) seperti ini sangat klasik dan kerap didengar mungkin setiap hari. Apalagi, tertangkapnya Ahmad Yani turut melibatkan kepala dinas.

"Ya ujung-ujungnya, maaf memberi fee proyek dan tentu berdampak pada atasan. Karena ini sering terjadi dan ini bukan rahasia umum lagi. Semua orang tahu apa lagi KPK memang bertugas secara profesional," tutur dia. 

Baca Juga: [BREAKING] Terkonfirmasi! KPK Lakukan OTT ke-13 di Muara Enim

2. Apabila terbukti dan dijadikan tersangka, maka Ahmad Yani bisa dipecat dari keanggotaan Partai Demokrat

Kader Demokrat Sumsel Kena OTT KPK, Partai: Itu Risiko Kalau KorupsiIDN/sidratulmuntaha

Dari kejadian ini, mantan Wakil Gubernur Sumsel itu mengimbau kepada seluruh anggota Partai Demokrat di Sumsel untuk berhenti bermain proyek, baik bersama pemerintah maupun swasta. Bahkan, Ishak Mekki berjanji akan menindak tegas kader yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

"Masyarakat awam saja tahu perilaku bermain proyek tersebut ada fee, apa lagi KPK. Jadi harapan saya setop dulu lah yang bermain-main proyek tersebut. Saya imbau untuk kader-kader, kejadian ini yang terakhir dan saya selaku ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, kalau itu terbukti dan menjadi tersangka, otomatis dipecat dari keanggotaan partai sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," tutur dia.

3. Partai Demokrat sudah mengingatkan risikonya

Kader Demokrat Sumsel Kena OTT KPK, Partai: Itu Risiko Kalau KorupsiIDN/sidratulmuntaha

Selama ini, kata Ishak, Partai Demokrat sudah meminta kepada seluruh kader untuk meneken pakta integritas. Ishak juga merasa kecolongan saat mengetahui ada kadernya yang tertangkap tangan menerima fee proyek pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Muaraenim.

"Selama ini saya selalu berpesan dan mengingatkan baik dalam rapat-rapat internal, maupun setiap kunjungan ke daerah bersama dengan fraksi-fraksi baik di provinsi maupun di kabupaten/kota dan setiap kader terpilih, untuk menandatangani pakta integritas. Jadi setiap kader sudah tahu risiko kalau hal ini terjadi," tutur Ishak. 

Senin (2/9) kemarin, KPK mengonfirmasi melakukan kegiatan OTT terhadap empat orang, yang salah satunya diduga Bupati Muaraenim, Ahmad Yani, di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Pada penangkapan tersebut KPK mengamankan uang sekitar US$35 ribu atau Rp497 juta, yang diduga terkait proyek di Dinas PU Pemkab Muaraenim.

Baca Juga: Tutup Tahun 2018, KPK Pecahkan Rekor OTT Terbanyak Dalam Sejarah

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You