Kebakaran Hutan di Sumsel Mencapai 583 Ha, Polisi Tangkap 3 Pelaku 

Pelaku terancam pasal berlapis

Palembang, IDN Times - Kepala Bidang Penanganan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) Ansori mengatakan, luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Hingga Selasa (13/8), terhitung sudah 583 hektare lahan terbakar sejak awal 2019.

Sementara, Polda Sumsel meringkus tiga terduga pelaku pembakaran hutan dan lahan. Satu di antaranya telah ditetapkan menjadi tersangka.

Baca Juga: Satu Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

1. Lahan di Sumsel sudah terbakar 583 hektare

Kebakaran Hutan di Sumsel Mencapai 583 Ha, Polisi Tangkap 3 Pelaku Dok.IDN Times/Istimewa

Ansori mengatakan kebakaran di Sumsel menghanguskan ratusan hektare hutan dan lahan. Mayoritas kebakaran berada di Ogan Ilir.

"Luas lahan terbakar sampai hari ini ada 583 hektare, tersebar di beberapa daerah. Tapi mayoritas memang ada di Ogan Ilir atau dekat Tol Palindra. Kebakaran terbesar terjadi pada Juli-Agustus ini," kata dia, Palembang, Sumsel, Selasa (13/8).

2. Sebanyak 99 persen karhutla disebabkan ulah manusia

Kebakaran Hutan di Sumsel Mencapai 583 Ha, Polisi Tangkap 3 Pelaku ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kolonel Arhanud Sonny Septiono mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Polres dan Polda Sumsel untuk menangani kasus penegakan hukum karhutla. Pihaknya mengimbau setiap instansi yang terlibat, perlu memberikan dukungan agar penyelidikan berjalan lancar.

“Karhutla ini 99 persen karena ulah manusia. Meski begitu, di lapangan penyelidikannya harus dilakukan dengan teliti, tidak boleh kita langsung menghakimi. Kita cari pemilik lahan dan mencari tahu apakah ada keterlibatan pemilik lahan langsung apa tidak," kata Sonny, Sumsel, Selasa.

3. Polda Sumsel meringkus tiga terduga pelaku pembakaran hutan dan lahan

Kebakaran Hutan di Sumsel Mencapai 583 Ha, Polisi Tangkap 3 Pelaku ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Sementara, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) meringkus tiga terduga pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Ogan Komering Ilir (OKI).

"Kami sudah menyelidiki keterlibatan para pelaku. Untuk yang di OKI nama dan identitasnya belum dilaporkan karena masih diperiksa, belum ditetapkan sebagai tersangka," kata Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Djihartono, Palembang, Sumatera Selatan, pada hari yang sama.

4. Satu pelaku ditetapkan menjadi tersangka untuk pelaku pembakaran di tempat lain

Kebakaran Hutan di Sumsel Mencapai 583 Ha, Polisi Tangkap 3 Pelaku ANTARA FOTO/Rana Larasati

Djihartono menjelaskan penangkapan terhadap ketiga pelaku setelah dilakukan penyelidikan Polres OKI. Mereka tertangkap tangan saat melakukan pembakaran hutan di Jejawi seluas dua hektare, sehingga langsung ditangkap di tempat kejadian. Sedangkan, pelaku yang ditangkap di Muba, merupakan hasil pengembangan kasus kebakaran.

"Pastinya saat tim di lapangan berhasil menangkap dua orang yang lagi membakar lahan dengan sejumlah barang bukti. Untuk yang di Muba, satu orang inisial AM, telah ditetapkan sebagai tersangka hasil penyelidikan, bukan hasil tangkap tangan," ujar dia.

Tersangka AM, menurut Djihartono, bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan di Jalan Sekayu-Pendopo, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, pada 25 Juli 2019, yang menghanguskan lahan seluas dua hektare.

5. Para terduga pelaku pembakaran dikenakan pasal berlapis

Kebakaran Hutan di Sumsel Mencapai 583 Ha, Polisi Tangkap 3 Pelaku ANTARA FOTO/Agus Alfian

Selain di Muba dan OKI, Djihartono menyebutkan, Polda Sumsel juga tengah mengembangkan kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Ilir yang mengakibatkan 139 hektare lahan terbakar. Sebelumnya juga Polres Ogan Ilir sudah merencanakan pemeriksaan terhadap 16 orang terkait kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir.

Menurut Djihartono, permasalahan kebakaran hutan dan lahan menjadi kasus yang selalu ditangani dari tahun ke tahun. Tersangka dalam kasus karhutla ini dapat dikenakan pasal berlapis, jika kedapatan terlibat dalam karhutla adalah pihak perusahaan alih-alih perorangan.

"Untuk modus dan motif masih didalami dan TKP kebakaran lainnya masih diselidiki, kita pasang police line, dipatok steril. Siapa pun tidak boleh masuk ke lokasi meskipun pemiliknya," ujar Djihartono.

Baca Juga: Jokowi Meradang, 4 Pejabat Ini Rame-Rame Pantau Kebakaran Hutan Riau

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You