Hal yang menurut Nadiem membuatnya selalu terjaga tetap waras adalah membagi waktu bersama teman dan keluarganya. “Teman sebelum Go-jek, ya,” katanya menekankan. Bagi Nadiem keluarga berarti segalanya. “Everything.” Jawab Nadiem singkat dan jelas.
Nadiem paham bahwa dirinya tidak bisa mencapai posisi dimana ia sekarang berdiri tanpa adanya keluarga yang mendampinginya. Keluarga bagi Nadiem adalah pondasi untuk dirinya.
“Kalau pondasinya rapuh, kita gak akan bisa berdiri,” katanya. “Saya tahu saya bisa ambil risiko di luar sana, karena saya tahu aman di sini (bersama keluarga),” tutur Nadiem lagi.
Bagi Nadiem, tidak mungkin kesuksesan di bisnis dapat diperoleh dan bertahan lama jika sebelumnya tidak ada kesuksesan di rumah.
“CEO yang bilang gak ada waktu buat keluarga itu bohong besar,” kata Nadiem. “Kalau memang gak mau kasih waktu, be honest with it. Jujur saja lebih suka kerja ketimbang sama keluarga,” tuturnya disambut tepuk tangan meriah dari mahasiswa LSPR yang hadir dalam talkshow yang diisi Nadiem.