Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nusron Wahid
Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030, Nusron Wahid di Masjid Istiqlal (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Intinya sih...

  • Gedung baru MUI akan terdiri dari 40 lantai

  • Prabowo ungkap pembangunan gedung baru MUI atas permintaan Menag

  • Prabowo puji MUI dalam menghadapi bencana alam

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua DPP Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang penanggulangan bencana, Nusron Wahid mengatakan, gedung baru MUI dan ormas Islam lainnya akan dibangun di atas lahan yang dulu digunakan oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta. Lahan itu berada di area Bunderan Hotel Indonesia (HI) dan memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi.

"Untuk gedung umat (akan memakai) gedung yang dulunya adalah Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Lokasinya di samping Jalan Thamrin dan di seberang Hotel Grand Hyatt," ujar Nusron di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Ia mengatakan, di atas lahan tersebut akan dibangun gedung bertingkat yang dipakai sebagai kantor bersama sejumlah organisasi Islam. Antara lain Baznas, Badan Wakaf Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH).

"Supaya mereka tidak terbebani overhead (biaya sewa hingga listrik) tiap bulan dan bisa fokus untuk memberdayakan umat," kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) itu.

Ia pun menyambut baik usulan penggunaan lahan sebagai kantor bersama sejumlah organisasi masyarakat Islam. "Apalagi umat Islam di Indonesia merupakan kekuatan mayoritas. Kalau terurus dengan baik, tentu akan membantu Bangsa Indonesia ini ke depan," imbuhnya.

1. Gedung baru akan terdiri dari 40 lantai

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memberikan bantuan senilai Rp596 juta untuk korban pemulihan madrasah, guru hingga keluarga siswa yang terdampak longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (dok. Kemenag)

Lebih lanjut, kata Nusron, berdasarkan informasi dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, desain gedung yang akan dibangun di bekas Kedutaan Inggris itu mencapai 40 lantai. Tapi, tidak semua lantai digunakan sebagai kantor MUI.

"Nanti kan akan dibagi-bagi. Ada (lantai) untuk ormas, kemudian Majelis Ulama Indonesia (MUI), Baznas, Badan Wakaf Indonesia, BPKH, hingga Dewan Masjid. Ini semua untuk mengkonsolidasikan kekuatan umat yang ada.

Ketika ditanya ketersediaan anggaran mengenai pembangunan gedung 40 lantai itu, Nusron meminta awak media untuk menanyakannya kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar. Sebab, dia yang menangani masalah pembangunan gedung baru untuk sejumlah ormas Islam itu.

"Kalau soal anggaran lebih baik tanya ke Pak Menteri Agama, karena Beliau yang menangani masalah ini," tutur dia.

2. Prabowo ungkap pembangunan gedung baru MUI atas permintaan Menag

Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. (www.instagram.com/@nusronwahid)

Sementara, rencana pembangunan gedung baru MUI itu diungkap oleh Prabowo di dalam acara pengukuhan pengurus baru ormas Islam tersebut di Masjid Istiqlal. Ia mengatakan, pembangunan gedung baru di depan Bundaran HI itu merupakan respons atas permintaan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang disampaikan beberapa bulan lalu.

"Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama mengatakan kepada saya 'Pak, kantor MUI sekarang gak jelas (ada) di mana.' Saya pun maaf tidak tahu persis di mana kantor MUI," kata Prabowo pada siang itu.

Ia menyebut, ke depan sejumlah kantor dari institusi Islam akan berada di jantung ibu kota Jakarta. Posisi mereka akan berdampingan dengan hotel bintang lima dan pusat perbelanjaan kelas atas.

"Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah dan mal. Nanti ada gedung yang diperuntukan lembaga-lembaga umat Islam," tutur dia.

3. Prabowo puji MUI dalam menghadapi bencana alam

Presiden Prabowo Subianto ketika memberikan sambutan di acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Di forum itu, Prabowo turut menyampaikan pujian setinggi-tingginya kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas peran aktifnya dalam menghadapi berbagai krisis nasional. Purnawirawan jenderal di Kopassus itu menyinggung respons cepat MUI ketika bencana alam terjadi, seperti banjir bandang dan tanah longsor di beberapa provinsi. Kehadiran MUI di lapangan menjadi bukti kepemimpinan agama yang mendukung ketahanan publik di masa-masa sulit.

"MUI tidak pernah absen ketika bangsa mengalami kesulitan. Kami melihat sejak hari-hari pertama bencana di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan provinsi lainnya, MUI sudah hadir," katanya.

"Saya menyampaikan penghargaan dan rasa salut atas peran Majelis Ulama Indonesia," imbuhnya.

Di hadapan lebih dari 58 ribu peserta yang terdiri atas ulama, pimpinan pondok pesantren, dan majelis taklim, Prabowo menyebut MUI sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. Dalam pandangannya, MUI selama ini berperan sebagai penyejuk, penjaga toleransi, serta penguat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Editorial Team