Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR menggelar acara PANFEST 2026 dengan tema 'Bangsa Sehat, Bumi Kuat, Pangan Hebat' di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas turut memberi arahan kepada kader PAN.
Zulhas, yang menjabat Menko Pangan, menyampaikan tanggung jawabnya berkaitan dengan percepatan kedaulatan pangan. Sejak menjabat Menko Pangan, ia mengaku berhasil membuat Indonesia tidak mengimpor beras lagi.
"Tahun 2024, kita impor beras 4 juta lebih. Tahun 2025, setelah Menko Pangan nya Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, kita surplus 4,2 juta. Lebih. Jadi gak impor satu butir pun, gak ada lagi," kata Zulhas.
Ia mengatakan, pemerintah juga menargetkan agar petani dan nelayan tidak miskin lagi. Berhubung beras sudah surplus, kata Zulhas, pada tahun 2026 ini, pemerintah akan fokus mensejahterakan nelayan.
"Tahun ini, kita akan bangun 20 ribu hektare tambak. 2 ribu desa nelayan. Dulu orang nelayan, kalau ngambil ikan, harus dijual. Kalau gak ada yang beli, dibuang lagi ikannya. Sudah dapat ikan, dibuang. Karena kalau tidak, busuk," paparnya.
"Sekarang kita bangun 2 ribu desa nelayan. Di situ kita bangun pabrik es. Di situ kita kasih cold storage, kita kasih perahu. Jadi nanti nelayan, kalau tidak ada pembeli, ikannya dikasih es. Bisa ditaruh di cold storage tahan 3 bulan, 6 bulan. Sehingga nanti harga ikan akan bagus, naik, diharapkan nelayan-nelayan kita bisa sejahtera. Itulah kerjaan PAN, kerjaan Partai Amanah Nasional yang sekarang dipercaya oleh Pak Prabowo," sambung Zulhas.
Jika Indonesia telah mencapai swasembada pangan, maka memberi makan bergizi gratis (MBG) ke anak-anak bukan lagi menjadi persoalan.
Zulhas menyebut, ketika swasembada pangan tercapai, pemerintah memiliki banyak stok protein, mulai dari ikan, telur, ayam, dan karbohidrat berupa beras.
"Kita kasih makan anak-anak Indonesia. Namanya MBG. Makan Bergizi Gratis. Sekarang anak-anak SMA sudah tahu, chicken teriyaki. Saya keliling terus," ucap dia.
Zulhas juga memerintahkan seluruh kader PAN untuk mengawal program pemerintah yang pro rakyat. Ia meminta kader PAN tidak berfokus pada masyarakat yang memiliki gedung-gedung tinggi.
"Kita sebut gerakan ekonomi rakyat, ekonomi Pancasila. Jangan yang kaya yang punya gedung-gedung tinggi saja, betul gak? Jangan lu lagi, lu lagi, betul? Rakyat harus sejahtera. Kita ingin kemiskinan di Indonesia kita berantas habis-habisan," seru Zulhas.
Zulhas menegaskan bahwa, ke depannya, tidak boleh ada lagi orang Indonesia yang tidak makan. Selain itu, semua orang Indonesia juga tidak boleh miskin dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak.
"Tidak boleh lagi ada orang Indonesia yang gak makan. Tidak boleh ada anak Indonesia tidak sekolah. Setuju gak? Artinya tidak boleh ada anak-anak yang miskin. Ini yang lagi kita perangi. Kita memerangi kemiskinan, kita memerangi kebodohan," imbuh Zulhas.