Comscore Tracker

Pokja Genetik UGM Telusuri COVID-19 Varian India di Sleman

Nakes dari RSUD Cilacap juga masih diperiksa

Yogyakarta, IDN Times - Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) langsung menindaklanjuti dugaan munculnya virus corona varian baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM dr Gunadi mengatakan, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan whole genom sequencing (WGS) untuk DIY pada pekan depan.

"Pemeriksaan WGS mungkin baru bisa pekan depan untuk DIY," kata Gunadi di Yogyakarta, dikutip dari ANTARA, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Eijkman: Mutasi Virus Belum Dominan, Vaksin Masih Bisa Dipakai  

1. Enam kriteria untuk melakukan WGS

Pokja Genetik UGM Telusuri COVID-19 Varian India di SlemanIlustrasi ambulans (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Gunadi menjelaskan Pokja Genetik UGM telah menerima laporan terkait temuan kasus COVID-19 yang memenuhi kriteria sebagai prioritas dilakukan WGS.

"Sudah ada kriteria WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang diadopsi Kemenkes yang menjadi prioritas untuk di-surveilans genomik guna menangkap kemungkinan DIY ada varian baru," kata dia.

Ada enam kriteria WHO untuk surveilans genomik yaitu kasus penularan COVID-19 terjadi secara cepat, orang yang sudah divaksinasi tetap terinfeksi, adanya kasus reinfeksi, penularan pada kelompok tidak rentan seperti anak-anak, adanya orang yang baru mendarat dari luar negeri, serta kasus kematian COVID-19 dengan komorbid penyakit menular lain seperti HIV.

2. Mutasi COVID-19 di DIY belum terdeteksi

Pokja Genetik UGM Telusuri COVID-19 Varian India di SlemanIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Gunadi menegaskan, sampai saat ini virus SARS-CoV-2 varian baru di DIY belum terdeteksi. Sebab, pemeriksaan genomik belum dilakukan.

"Pejabat di Sleman mengatakan mungkin sudah ada (varian baru) tapi beliau mengatakan belum tahu, karena belum dilakukan genome sequencing. Artinya beliau masih berhipotesis karena kan langsung banyak kematian," kata dia.

Gunadi menjelaskan, Indonesia mengirimkan 1.171 sampel virus corona hasil WGS yang kepada platform data virus influenza internasional (GISAID) hingga 25 Mei 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 sampel mengandung varian baru yang terdiri atas 16 varian Inggris, 27 varian India, dan 2 varian Afrika Selatan.

Namun, sampel tersebut tidak ada yang berasal dari DIY. "Belum terdeteksi bukan berarti tidak ada karena belum dilakukan WGS," kata dia.

3. Pokja Genetik UGM masih periksa genom sampel nakes dari RSUD Cilacap

Pokja Genetik UGM Telusuri COVID-19 Varian India di SlemanPokja Genetik FKKMK UGM (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Pokja Genetik UGM, kata Gunadi, saat ini masih fokus membantu Balitbangkes Kemenkes melakukan pemeriksaan genom 12 sampel tenaga kesehatan dari RSUD Cilacap, Jawa Tengah.

Para nakes tersebut tertular COVID-19 dari anak buah kapal (ABK) Filipina. Hasilnya, diperkirakan baru diperoleh sepekan lagi.

"Kami bantu Balitbangkes karena kalau semua ke Jakarta, kejauhan, oleh Kemenkes dibagi supaya lebih cepat hasilnya," kata dia.

Baca Juga: Mutasi COVID-19 India Diduga Masuk Sleman, 9 Pasien Meninggal Dunia

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya