ilustrasi dokter kesehatan (Unsplash.com/ Online Marketing)
Rony juga menceritakan dokter dan perawat yang memberikan penanganan begitu gesit dan cepat. Sang anak yang kebetulan juga takut sekali dengan jarum suntik, malam itu terlihat tenang saat dokter dan perawat memberikan penanganan.
“Anak saya ini umurnya 6 tahun dan biasanya ia takut dengan jarum suntik, apalagi jika diinfus. Mungkin karena pembawaan dokternya yang ramah dan tenang, membuat anak saya tidak takut. Sejujurnya saya sejenak berpikir saat anak saya sakit dan menggunakan layanan JKN. Takutnya tidak diperhatikan dan dibeda-bedakan dengan pasien lainnya. Namun, hal itu tidak terjadi sama sekali sehingga kami sekeluarga merasakan puas menggunakan layanan JKN,” ujar Rony.
Menjalani rawat inap selama hampir empat hari di rumah sakit, akhirnya kondisi Aqeel berangsur membaik. Ia kemudian diperbolehkan pulang dengan catatan tetap harus menjalani kontrol rutin sesuai dengan hari dan tanggal yang telah ditentukan untuk dievaluasi perkembangan kondisinya oleh dokter.
“Setelah menjalani rawat inap, kami pun harus kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Beruntungnya lagi, Aplikasi Mobile JKN telah kami unduh. Kami sering menggunakannya saat akan mengambil nomor antrean secara online, tinggal klik saja di menunya. Tidak ribet dan sangat memudahkan peserta JKN sehingga tidak perlu lama untuk menunggu antrean di puskesmas maupun rumah sakit,” ujar Rony.