Presiden Prabowo Subianto datangi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk sejumlah korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, masih ada 1.800 pelintasan kereta api (KA) di pulau Jawa tanpa palang pintu. Hal itu disampaikan Prabowo usia menjenguk korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di RSUD Bekasi, kemarin.
Kecelakaan maut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Kecelakaan bermula saat kereta Commuter Line atau KRL menabrak taksi yang melewati pelintasan rel kereta api tanpa palang pintu, hingga KRL ditabrak Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek, dan menewaskan 16 orang dan 91 lainnya terkuka.
Prabowo menyampaikan setuju usulan Pemkot Bekasi untuk membangun flyover di pelintasan kereta api.
"Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan lintasan kereta api banyak yang tidak dijaga. Kita sudah akan atasi pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya,dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak dan saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," ujar Prabowo, Selasa, 28 April 2026.