Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelintasan Sebidang Bekasi Timur Dijaga 17 Jam Usai Kecelakaan Kereta
Perlintasan sebidang di Ampera Bekasi. (Istimewa)
  • Pemkot Bekasi menugaskan Dishub menjaga pelintasan sebidang Ampera dan Bulak Kapal selama 17 jam per hari untuk mencegah kecelakaan setelah insiden di Stasiun Bekasi Timur.
  • Pemerintah Kota Bekasi mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar proyek selesai dalam enam bulan demi keamanan dan kelancaran transportasi.
  • Presiden Prabowo menyetujui dan mendukung pembangunan flyover di Bekasi, menyoroti masih banyaknya pelintasan kereta tanpa palang pintu di Jawa yang perlu segera ditangani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang bikin banyak orang sedih. Setelah itu, Wali Kota Bekasi namanya Pak Tri suruh petugas Dishub jaga rel di Ampera dan Bulak Kapal dari pagi sampai malam supaya aman. Presiden Prabowo datang lihat korban dan bantu uang buat bangun jembatan flyover biar nanti mobil nggak lewat rel lagi. Sekarang mereka mau cepat bangun flyover itu supaya semua orang bisa jalan lebih aman dan tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Pemerintah Kota Bekasi bakal menjaga pelintasan sebidang yang berlokasi di Ampera dan Bulak Kapal, usai kecelakaan maut kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan penjagaan pelintasan sebidang dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat kendaraan melintas tanpa palang pintu.

"Hari ini saya sudah minta untuk Dishub yang menjaga, yakni untuk memberikan pelayanan yang menjaga pelintasan yang ada," kata Tri, Rabu (29/4/2026).

1. Pelintasan sebidang dijaga 17 jam

Proses evakuasi gerbong CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri menjelaskan nantinya petugas Dishub berjaga bergantian dengan durasi waktu hingga 17 jam.

"Petugas Dishub ditugaskan mulai dari jam 05.00 WIB hingga 22.00 WIB, untuk kemudian mereka menjaga pintu pelintasan," kata dia.

Tri menyebut penugasan anggota Dishub dilakukan hingga memulai pembangunan flyover Bulak Kapal. Penutupan permanen dua pelintasan sebidang itu juga akan dilakukan setelah flyover sudah dapat difungsikan.

"Kami akan tutup permanen Ampera dan Bulak Kapal. Tapi tentu diawali dengan pembangunan fly over di Bulak Kapal," ucapnya.

2. Pembangunan Flyover Bulak Kapal dipercepat

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Diketahui, Pemkot Bekasi berencana mempercepat proyek pembangunan Flyover Bulak Kapal, setelah mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi korban kecelakaan kereta di RSUD Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026 pagi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan percepatan itu dilakukan setelah Pemkot Bekasi mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat, untuk membangun flyover yang melintasi pelintasan sebidang rel kereta api.

“Jadi percepatan agar mudah-mudahan enam bulan ke depan flyover-nya sudah selesai, perjalanan kereta apinya lebih lancar, lebih aman, warga masyarakatnya itu juga lebih tenang,” kata Tri, Selasa.

3. Prabowo bantu pembangunan flyover di Bekasi

Presiden Prabowo Subianto datangi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk sejumlah korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, masih ada 1.800 pelintasan kereta api (KA) di pulau Jawa tanpa palang pintu. Hal itu disampaikan Prabowo usia menjenguk korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di RSUD Bekasi, kemarin.

Kecelakaan maut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Kecelakaan bermula saat kereta Commuter Line atau KRL menabrak taksi yang melewati pelintasan rel kereta api tanpa palang pintu, hingga KRL ditabrak Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo Anggrek, dan menewaskan 16 orang dan 91 lainnya terkuka.

Prabowo menyampaikan setuju usulan Pemkot Bekasi untuk membangun flyover di pelintasan kereta api.

"Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan lintasan kereta api banyak yang tidak dijaga. Kita sudah akan atasi pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya,dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak dan saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," ujar Prabowo, Selasa, 28 April 2026.

Editorial Team