Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mendiktisaintek: Pemerintah Gandeng Kampus Bangun Proyek Giant Sea Wall
Menteri Pendidikan Tinggi,Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah melalui rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo membahas proyek strategis Giant Sea Wall untuk melindungi kawasan industri dan jutaan penduduk pesisir.
  • Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut perguruan tinggi dan para guru besar akan dilibatkan aktif dalam riset serta perencanaan teknis pembangunan Giant Sea Wall.
  • Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara menegaskan proyek masih tahap perencanaan dan penghitungan sumber daya sebelum penentuan waktu pelaksanaan pembangunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo kumpul sama para menteri buat ngomongin tembok laut raksasa biar kota nggak kebanjiran. Pak Brian bilang kampus dan guru besar bakal bantu bikin tembok itu. Ada juga Pak Didit yang bilang proyeknya masih dibahas dan dihitung dulu. Mereka mau mulai cepat supaya banyak orang bisa aman dari air laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk rapat terbatas membahas proyek pembangunan Giant Sea Wall. Usai rapat, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan pemerintah akan melibatkan perguruan tinggi untuk terlibat proyek Giant Sea Wall.

"Tadi rapat terbatas dipimpin oleh Pak Presiden terkait dengan Giant Sea Wall, ya. Jadi tentu kami dari Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif, karena Giant Sea Wall ini kan strategis menyelamatkan 60 persen kawasan industri, dan juga lebih dari 30 juta penduduk, yang kalau program ini berjalan maka akan bisa menyelamatkan," ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

"Nah, banyak hasil-hasil penelitian di kampus ya, yang juga sudah diuji coba. Salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang, ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif," sambungnya.

1. Pemerintah akan undang guru besar

Menteri Pendidikan Tinggi,Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Brian mengatakan, pemerintah juga akan mengundang sejumlah guru besar yang sesuai dengan keahliannya dalam membangun proyek Giant Sea Wall, sehingga mereka bisa terlibat.

"Jadi, langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian, dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek untuk pembuatan daratan, reklamasi dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut," kata dia.

2. Proyek Giant Sea Wall masih tahap pembahasan

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara, Didit Herdiawan Ashaf (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara, Didit Herdiawan Ashaf, mengatakan proyek Giant Sea Wall masih dalam tahap pembahasan.

"Ya, soal Giant Sea Wall, masih dalam tahap perencanaan, dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi," ucap Didit.

3. Kapan proyek Giant Sea Wall dibangun?

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf. (IDN Times/Trio Hamdani)

Saat ditanya kapan proyek Giant Sea Wall mulai dibangun, Didit menyebut, semuanya masih dalam proses penghitungan. Meski demikian, dia berharap, proyek tersebut bisa segera dibangun.

"Dari hasil hitung masih dihitung, ya, waktunya. Karena kan berkaitan sama resources yang ada. Di Indonesia kita manfaatkan semua. Jadi salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan, jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste," kata dia.

Editorial Team