Mendagri Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)
Tito juga telah mengizinkan masyarakat terdampak banjir dan longsor untuk memanfaatkan kayu gelondongan yang terbawa arus.
"Kalau untuk pemanfaatan kayu itu lebih banyak mungkin diprioritaskan apa namanya itu untuk pembangunan, untuk pembangunan rumah-rumah hunian tetap nantinya itu,” ungkap Tito.
Menurut Tito, sebagian masyarakat kini juga telah memanfaatkan kayu gelondongan tersebut, untuk memperbaiki rumahnya yang dihantam banjir dan longsor pada 25 November 2025.
“Sekarang pun sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, saya sudah melihat sendiri di Langkahan, yang banyak kayu-kayu itu sudah banyak dipakai masyarakat untuk ada yang memperbaiki rumahnya, dipotong-potong ada yang juga yang untuk bangun pagarnya,” kata dia.
Kendati, pemerintah hingga kini belum menerbitkan satu payung hukum untuk pemanfaatan kayu-kayu tersebut. Meski begitu, Tito mengingatkan agar kayu tersebut benar-benar digunakan untuk menunjang rehabilitasi, bukan dijual untuk kantong pribadi.
"Prinsipnya sesuai prosedur lah. Artinya kayu-kayu itu sedapat mungkin digunakan untuk kepentingan pembangunan ini, untuk rehabilitasi rekonstruksi ini ya. Dimaksimalkan seperti itu, cuma prosedurnya jangan sampai melanggar. Jangan sampai dipotong-potong terus dijual kepada untuk komersial,” tutur dia.