Pendaki Gunung yang diduga tewas di Gunung Lawu karena hiportemia (twitter @Permadyyy)
Mereka melanjutkan pendaikan setelah Isya dan sampai di Hargo Dalem pukul 23.00 WIB. Perlu diketahui, Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.
Andi dan teman-temannya mendirikan tenda. Tenda berjumlah dua di mana satu berkapastias dua orang dan yang satu lagi berkapasitas lima orang. Setelah mendirikan tenda mereka makan dan ngopi bersama. Dalam keadaan lelah dan ngantuk, mereka pun langsung masuk ke tenda masing-masing untuk tidur sekitar pukul 24.00 WIB. Namun, Andi malah tidur di luar tenda.
Di saat mereka semua terlelap dan tertidur pulas, sekitar pukul 03.00 WIB Nur terbangun dan hendak buang air kecil. Nur membangunkan Fajar, tetapi Fajar tidak juga bangun karena mungkin sangat lelah. Nur pun memberanikan diri untuk keluar tenda sendiri dan buang air sendiri.
Namun setelah keluar tenda, Nur melihat sosok bayangan hitam tinggi dari kejauhan dan melangkah mendekatinya. Semakin mendekat, Nur merasa tak asing. Yang mendekat ternyata Andi. Nur lantas meminta Andi menemaninya buang air kecil di sekitar semak-semak. Saat Nur meminta Andi untuk mengantarnya buang air, Andi hanya diam saja. Hingga kedua kalinya meminta, akhirnya Andi menjawab “ya udah situ”.
"Di posisi Nur buang air, Andi berada di belakang Nur sekitar 2 meter dan berdiri membelakangi Nur. Namun, ketika Nur selesai buang air kecil dan menengok ke belakang, ternyata Andi sudah tidak ada di belakangnya," kata Fajar.
Karena mengira Andi sudah kembali ke tenda, Nur tidak mengeceknya. Hingga akhirnya pada pukul 06.00 WIB, mereka baru sadar bahwa Andi tidak ada lagi di tenda. Pada Minggu, 5 Juli 2020 pukul 17.00, mereka tiba di basecamp. Motor Andi juga masih ada di lokasi. Alhasil, pihak basecamp berkoordinasi dengan relawan lain untuk mencari Andi.