Bogor, IDN Times - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, berkomitmen mengatasi jalan berlubang akibat intensitas hujan yang tinggi pada awal 2026. Hingga pertengahan Februari 2026, Pemkot Bogor mencatat progres yang positif. Dari puluhan titik yang teridentifikasi rusak akibat cuaca ekstrem, mayoritas sudah diperbaiki.
“Untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Bogor, progres penanganannya sudah mencapai 90 persen. Petugas terus bergerak di lapangan agar seluruh titik bisa segera dituntaskan,” ujar Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, Jumat (13/2/2026).
Hujan Deras Guyur Kota Bogor Awal 2026, 32 Titik Jalan Rusak

Intinya sih...
Sebanyak 32 titik jalan berlubang akibat hujan deras di Kota Bogor
Kendala perbaikan jalan nasional dan provinsi terkendala birokrasi dan ketersediaan material
Inovasi metode mekanis dalam pengaspalan Jalan Letjen Ibrahim Adjie
1. Sebanyak 32 titik jalan berlubang telah ditangani
Kata Dedie, curah hujan tinggi sejak Januari 2026 memang menjadi tantangan utama munculnya kerusakan aspal. Pemkot Bogor telah mengidentifikasi setidaknya 32 titik krusial yang perlu penanganan segera.
Dedie menjelaskan tim di lapangan bekerja secara bertahap namun konsisten. Prioritas utama adalah memastikan mobilitas warga tidak terganggu dan risiko kecelakaan akibat lubang jalan dapat diminimalisir.
2. Kendala di jalan nasional dan provinsi
Meski jalan kota hampir mulus 100 persen, Dedie menyebut, perbaikan pada ruas jalan milik pemerintah pusat dan provinsi masih berjalan lebih lambat. Hal ini berkaitan dengan birokrasi dan ketersediaan material di tingkat pusat atau provinsi.
“Begitu material tersedia, langsung kami tuntaskan. Untuk jalan yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi, kami terus berkoordinasi agar perbaikannya bisa dipercepat,” tambahnya.
3. Inovasi metode mekanis di Jalan Letjen Ibrahim Adjie
Dedie menyampaikan, ada yang menarik dalam perbaikan di kawasan Bogor Barat. Pertama kalinya, Pemkot Bogor menggunakan metode mekanis dalam pengaspalan Jalan Letjen Ibrahim Adjie. Metode ini melibatkan alat berat seperti motor grader dan asphalt finisher, agar hasil aspal lebih rata dan awet. Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Mei 2026.
“Pelapisan jalan dengan metode mekanis ini dilakukan agar kualitas jalan terjaga dengan baik. Prosesnya menggunakan alat berat, sehingga hasilnya lebih rata dan padat dibandingkan metode manual,” kata Dedie saat meninjau lokasi, Sabtu, 14 Februari 2026.