Jakarta, IDN Times - Langit Koroway mendadak berubah mencekam. Suara tembakan memecah keheningan saat sebuah pesawat perintis baru saja menyentuh landasan Bandara Koroway Batu (Danowage) pukul 11.17 WIT.
Pesawat Smart Air PK-SNR yang terbang dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT itu ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) dari arah hutan. Situasi langsung kacau. Pilot, kopilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri ke arah hutan.
Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan.
"Gak ada sinyal, tolong dilacak saja. Di Koroway kita ditembaki," begitu pesan dari pilot.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, pada pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel mendapat informasi adanya dua korban jiwa akibat penyerangan yaitu Kapten Egon Erawan dan Kopilot Baskoro.
"Informasi lapangan, kedua pilot meninggal dunia," ujar Johnny kepada IDN Times.
Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang sipil termasuk seorang balita. Mereka berhasil selamat setelah melarikan diri.
"Info lapangan, semua penumpang dalam keadaan selamat, 13 penumpang termasuk satu balita," ujar Johnny.
Sore ini, pasukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Sementara itu, besok pagi tambahan pasukan yang dipimpin langsung Kaops Damai Cartenz akan menyusul guna memperkuat proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama.
"Kami sangat berduka atas gugurnya dua awak pesawat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman. Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius. Satgas Damai Cartenz bergerak cepat untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku agar dapat diproses sesuai hukum," kata Faizal dalam keterangan tertulisnya.
Senada dengan itu, Waka Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menyampaikan pengamanan jalur penerbangan sipil di pedalaman akan diperketat.
"Pesawat perintis adalah urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman Papua. Kami tidak akan membiarkan aksi teror seperti ini mengganggu akses logistik, kesehatan, dan mobilitas warga. Langkah penindakan dan pengejaran pelaku sedang berjalan," ujarnya.
