Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menggelar rapat, membahas pembangunan Light Rail Transit (LRT) Pulogebang-Joglo senilai Rp22,8 triliun bekerja sama dengan swasta PT Pembangunan Jaya.
Pemprov DKI rencananya akan membayar Rp18,9 triliun atau 83 persen biaya untuk membangun prasarana. Hal ini disoroti Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), karena awalnya proyek tersebut direncanakan dengan skema kerja sama.
“Selama ini Pemprov DKI bilang kekurangan dana, sehingga pembangunan LRT Pulogebang-Joglo menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU). Kalau benar tidak punya uang, kenapa keluarkan uang Rp18,9 triliun? Saya minta Pemprov DKI jujur,” kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Eneng Malianasari dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).
