Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi korban lakalantas. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi korban lakalantas. (IDN Times/Sukma Shakti)

Intinya sih...

  • Pelaku diduga suami siri korban

  • Terduga pelaku adalah pria berinisial AH (29 tahun)

  • Pelaku berhasil ditangkap di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

  • Kronologi penemuan korban

  • Keluarga curiga karena tidak bisa menghubungi korban

  • Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar kos

  • Polisi temukan cairan pembersih lantai

  • Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad korban

  • Ditemukan cairan pembersih lantai dan cairan muntahan di se

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Polres Metro Bekasi Kota memastikan perempuan berinisial SM (23) yang jasadnya ditemukan di kamar kos, Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (7/1/2026), merupakan korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, dari hasil autopsi, korban memiliki luka akibat benda tumpul di bagian leher.

"Didapati fakta bahwa korban ini meninggal akibat adanya kerusakan pada cincin tenggorokan akibat kekerasan benda tumpul," katanya kepada jurnalis, Senin (12/1/2026).

1. Pelaku diduga suami siri korban

Polisi Telusuri Pria Terekam CCTV Kasus Tewasnya Wanita di Kos Bekasi (tangkapan layar CCTV)

Dia mengatakan, pembunuh SM diduga pria berinisial AH (29 tahun) yang merupakan suami siri korban.

Pihak kepolisian juga telah menangkap terduga pelaku setelah coba melarikan diri di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Minggu (11/1/2026) malam.

"Kami berhasil mengamankan terduga pelaku dengan inisial AH 29 tahun dan kami amankan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, setelah yang bersangkutan dalam pelarian," jelas dia.

2. Kronologi penemuan korban

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu. (IDN Times/Imam Faishal)

Sebelumnya, SM ditemukan tidak bernyawa di kamar kos setelah pihak keluarga curiga lantaran korban tidak dapat dihubungi pada Rabu (7/1/2026) malam.

"Sekitar pukul 20.26 WIB saksi Agus Sunandar yang mengaku sebagai keluarga dari korban diminta untuk datang ke TKP atas permintaan ibu kandung dari korban, dikarenakan korban tidak bisa dihubungi sejak siang," kata Braiel kepada jurnalis, Kamis (8/1/2026).

Saat Agus sudah berada di lokasi, lanjut Braiel, pintu kamar kos korban dalam keadaan terkunci. Agus pun saat itu meminta pengurus kos bernama Dede Rahmat untuk membuka pintu kamar kost dengan kunci cadangan, dan ditemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

3. Polisi temukan cairan pembersih lantai

Polisi lakukan olah TKP (Dokumen Polres Metro Bekasi Kota)

Saat ditemukan, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Namun, pihaknya menemukan cairan pembersih lantai dan cairan seperti muntahan di sekitar jasad korban.

"Di TKP kamar kos yang bersangkutan, ditemukan satu botol cairan pembersih lantai. Itu (cairan muntah) masih kita dalami, karena harus ada uji lab," kata dia.

Adapun korban tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Korban diketahui berprofesi sebagai terapis di salah satu tempat spa di Kota Bekasi.

Editorial Team