Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Tangkap Maling yang Kerap Menyamar di Hotel Mewah
ilustrasi kriminal (dok. IDN Times/Novaya)

Intinya sih...

  • Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial NW, 43 tahun, yang diduga mencuri di hotel bintang lima di Jakarta.

  • Barang bukti yang disita polisi antara lain 1 unit laptop, lanyard, kacamata hitam, tas hitam, baju batik, celana jeans, dan sepatu.

  • Pelaku menyamar sebagai karyawan atau peserta kegiatan di hotel mewah dengan memakai batik dan lanyard agar tak menimbulkan kecurigaan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial NW, 43 tahun yang diduga kerap melakukan pencurian di sejumlah hotel bintang lima di Jakarta.

"Setelah identitasnya terungkap, pelaku NW ditangkap pada Jumat (13 Februari 2026) di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit laptop milik korban, lanyard, kacamata hitam, tas hitam, baju batik, celana jeans, dan sepatu yang digunakan saat beraksi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Senin (16/2/2026).

Budi menjelaskan NW menyamar sebagai karyawan atau peserta kegiatan di hotel mewah tersebut dengan memakai batik dan lanyard, agar tak menimbulkan kecurigaan. Ia diduga kerap melakukan aksi kriminal tersebut.

Aksi terakhir dilakukan pada Selasa, 10 Februari 2026 di sebuah hotel kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Korban kehilangan tas ransel hitam berisi handphone Oppo Reno 10 X Zoom, laptop Lenovo Ideapad Gaming 3i, dan uang tunai Rp300 ribu.

"Korban saat itu meninggalkan barangnya di ruang rapat untuk istirahat makan siang. Tas berisi HP diletakkan di atas kursi, sedangkan laptop berada di bawah meja. Saat kembali, seluruh barang sudah hilang," jelasnya.

Budi menjelaskan, pelaku merupakan eksekutor tunggal. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban di hotel yang cukup ramai.

“Pelaku memanfaatkan situasi kegiatan di hotel yang cukup ramai. Dengan berpenampilan seperti peserta atau karyawan, pelaku leluasa masuk ke ruang pertemuan, dan mengambil barang korban yang ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujarnya.

Editorial Team