Jakarta, IDN Times – Indonesia merupakan salah satu negara dengan indeks risiko bencana tertinggi di dunia. Data BNPB menunjukkan dari 514 kabupaten dan kota, 168 di antaranya masuk kategori indeks berisiko tinggi. Tingginya frekuensi bencana menyebabkan kerugian negara yang tidak sedikit, mencapai Rp20 triliun sampai Rp50 triliun setiap tahun. Kondisi ini menuntut adanya skema pembiayaan yang lebih besar dan berkelanjutan.
Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Yogi Rahmayanti menyatakan, masih terdapat kesenjangan dalam pengalokasian dana penanggulangan bencana.
“Dana bencana makin pas-pasan. Realisasi melebihi dari alokasinya. Ada kesenjangan kebutuhan dengan dana yang tersedia,” tuturnya saat Sosialisasi Pemanfaatan Dana Bersama Penanggulangan Bencana di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (28/4/2025).