Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemensos bersinergi dengan PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND dalam menyalurkan Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu (Yapi). Kali ini, bansos diberikan kepada para anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (dok. PT Pos Indonesia)
Kemensos bersinergi dengan PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND dalam menyalurkan Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu (Yapi). Kali ini, bansos diberikan kepada para anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (dok. PT Pos Indonesia)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu (Yapi). Kali ini, bansos diberikan kepada para anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Agar berjalan lancar dan target penerima terpenuhi, Kemensos bersinergi dengan PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND dalam melakukan penyaluran bantuan tersebut.

Executive Manager Kantorpos Banyuwangi, I Nyoman Adhi Widiana, memastikan pihaknya sudah melakukan persiapan yang maksimal. Mulai dari persiapan internal hingga melibatkan tenaga eksternal.

“Kami juga mengkoordinasikan dan sosialisasi dengan teman-teman di cabang supaya program yang dari kantor pusat bisa berjalan lancar sesuai dengan arahan tim Satgas pusat,” kata Adhi.

Bansos Atensi Yapi merupakan program inisiasi dari Kemensos. Dalam realisasinya, Kemensos menyalurkan bantuan dalam bentuk uang sebesar Rp200 ribu per bulan yang menjangkau seluruh anak yang kehilangan orang tuanya.

Bantuan Yapi dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan makanan, penambah daya tahan tubuh, pakaian, perlengkapan pendidikan, dan kebutuhan lain yang mendesak.

Dengan adanya program Yapi, anak dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya secara optimal agar hidup tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu (Yapi). Kali ini, bansos diberikan kepada para anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

1. Melakukan tiga mekanisme penyaluran

Kemensos bersinergi dengan PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND dalam menyalurkan Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu (Yapi). Kali ini, bansos diberikan kepada para anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (dok. PT Pos Indonesia)

Dalam realisasi penyaluran bansos ini, Kantorpos Banyuwangi melakukan tiga mekanisme, yakni penyaluran melalui loket Kantorpos, komunitas, dan pengantaran langsung ke penerima bantuan (door to door).

Per 14 Desember 2024 Kantorpos Banyuwangi sudah menyalurkan bantuan ATENSI Yapi sebesar Rp1,059 miliar dengan total penerima bantuan 1.695 penerima.

"Tetapi, yang paling berperan di sini adalah pembayaran door to door dan juga pembayaran di loket-loket Kantorpos di seluruh Kabupaten Banyuwangi," lanjut Adhy.

Berbagai upaya lainnya pun dilakukan Kantorpos dalam menyalurkan bansos YAPI. Salah satunya, bersinergi dengan beberapa pihak seperti pendamping PKH dan dinas sosial daerah.

Adapun dalam prosesnya, Kantorpos Banyuwangi akan menerima data KPM dari kantor pusat. Kemudian, mereka memverifikasi data tersebut dengan berkoordinasi dengan pendamping dan kelurahan.

"Jadi data yang sudah kami terima dari kantor pusat kami koordinasikan dengan pihak pendamping PKH. Kemudian, kami konfirmasi kepada penerima bantuan untuk segera disalurkan," ucap Adhi.

Adhi pun mengapresiasi langkah Kemensos dalam penyaluran bansos ini. Menurutnya, Kemensos telah melakukan upaya maksimal agar bansos ini bisa tersalurkan tepat sasaran. Termasuk mengerahkan dinas sosial di Kabupaten Banyuwangi untuk berkoordinasi dengan Kantorpos.

"Kemudian, ketika ada kendala verifikasi atau kebutuhan dokumen yang berkaitan dengan penyaluran bantuan maka akan dibantu atau diakomodir teman-teman kami dan juga pendamping PKH atau dinsos," tutur Adhi.

2. Berbagai tantangan harus dihadapi para petugas juru bayar

Kemensos bersinergi dengan PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND dalam menyalurkan Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu (Yapi). Kali ini, bansos diberikan kepada para anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (dok. PT Pos Indonesia)

Saat melakukan penyaluran bansos, berbagai tantangan harus dihadapi para petugas juru bayar. Salah satunya, verifikasi data. Di mana para KPM belum melakukan update identitasnya baik dari KTP hingga KK.

Hal tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Sebagai solusinya, Kantorpos bersama Dinsos melakukan verifikasi dokumen tambahan kepada kelurahan atau desa.

"Untuk memverifikasi dokumen tersebut yang paling dibutuhkan data tambahan semacam surat keterangan dari kelurahan atau desa yang membuktikan bahwa anak tersebut memang betul-betul penerima atau layak menerima bantuan," katanya.

Pada kesempatan itu, Adhi juga mengungkapkan kegembiraannya terhadap program bansos YAPI ini. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat untuk memberikan dukungan kepada para anak yatim, piatu, dan yatim piatu.

"Ini bisa berdampak positif, artinya bisa memberikan motivasi juga kepada adik-adik kita untuk bisa bertumbuh lebih baik mencapai pendidikan yang lebih baik," jelas Adhi.

3. Warga Rasakan Manfaat Bansos Yapi

(dok. PT Pos Indonesia)

Manfaat dari bansos YAPI ini benar-benar dirasakan para penerima manfaat. Salah satu anak asal Banyuwangi, adalah Noah Ferdiansyah. Menurut wali atau bibi dari Noah, Ragil Tri Ernawati, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga pendidikan.

"Saya juga senang karena bantuan Yapi ini membantu untuk memenuhi kebutuhan Noah, terutama untuk masalah pendidikan," kata Ragil.

Ragil pun mengaku tidak kesulitan ketika melakukan proses pengambilan bantuan ini. Ia yang mewakili Noah bercerita hanya diminta beberapa persyaratan berupa KK, akte kelahiran, dan KTP wali.

Lebih lanjut, Ragil berharap program bantuan YAPI bisa terus dilanjutkan. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah membuat program ini.

"Kami berharap program bantuan YAPI ini bisa berkelanjutan untuk kebutuhan ke depannya. Karena bantuan ini kami benar-benar terbantu. Baik dari pendidikan anak kami yang mana sudah dikategorikan sudah luar dari orang tuanya," kata Ragil.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu anak-anak yatim, anak piatu atau anak yatim piatu. Mereka membutuhkan bantuan. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kantorpos yang mana mempermudah kami untuk mendapatkan bantuan tersebut," tuturnya. (WEB)

Editorial Team