Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Prabowo ratas
Presiden Prabowo memimpin Ratas soal pembangunan giant sea wall di Pantura (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Intinya sih...

  • Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk mengikuti rapat terbatas (ratas).

  • Menteri Brian Yuliarto dan Menteri Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam rapat tersebut, yang kemungkinan melanjutkan pembahasan terkait penanganan sampah mikro.

  • Terdapat tujuh pejabat yang dipanggil Presiden untuk mengikuti rapat tersebut, namun belum ada perwakilan kampus yang diundang dalam rapat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk mengikuti rapat terbatas (ratas), termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, pada Kamis (12/2/2026) siang.

Menteri Brian tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.05 WIB, disusul Menteri Trenggono dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.

Menteri Brian mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pembahasan dalam ratas tersebut. Namun, dia menyebut pertemuan itu kemungkinan melanjutkan pembahasan terkait penanganan sampah mikro yang telah dibahas dalam ratas sebelumnya yang berlangsung Rabu (11/2/2026).

"Saya belum tahu, nanti mungkin habis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin," kata Brian melansir ANTARA.

Ia juga mengungkapkan terdapat tujuh pejabat yang dipanggil Presiden untuk mengikuti ratas tersebut.

Terkait keterlibatan perguruan tinggi, Brian menyebut belum ada perwakilan kampus yang diundang dalam ratas. Meski demikian, dia menjelaskan penerapan teknologi pengolahan sampah skala mikro di lingkungan kampus saat ini sudah berjalan di sejumlah perguruan tinggi.

Beberapa kampus yang telah menerapkan teknologi pengolahan sampah skala mikro antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip). Adapun Institut Teknologi Bandung (ITB) baru akan menerapkan teknologi itu.

"Ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan. Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus. Jadi mungkin kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus," ucapnya.

Editorial Team